Sedang berencana membangun hunian atau bangunan bisnis? Sebelum memulainya, pastikan kamu mengetahui ukuran luas tanah dengan akurat agar bisa menentukan batas kepemilikan dan rancangan bangunan.
Jangan khawatir, kamu berada di artikel yang tepat karena informasi berikut ini memuat cara menghitung luas tanah dalam berbagai kondisi. Simak penjelasannya berikut ini.
Cara Menghitung Luas Tanah Bentuk Persegi Panjang
Hal pertama yang perlu kamu ketahui sebelum menghitung luas tanah adalah bentuknya. Apabila tanah yang kamu miliki berbentuk persegi panjang, pengukurannya cukup mudah, yaitu menggunakan rumus panjang x lebar (luas persegi panjang).
Misalnya, tanahmu memiliki panjang 10 meter dan lebar 7 meter. Maka, luasnya adalah 10 x 7 meter, yaitu 70 meter persegi.
Cara Menghitung Luas Tanah dengan Bentuk Tidak Beraturan
Nah, tanah mungkin tidak melulu berbentuk persegi panjang atau bangun datar lainnya. Bisa jadi tanahmu berbentuk tidak beraturan sehingga diperlukan teknik khusus dalam menghitungnya.
Jika begini, kamu bisa membagi setiap sudutnya menjadi beberapa bagian segitiga. Masing-masing bagian segitiga itu dihitung dengan rumus luas segitiga, yaitu ½ x alas x tinggi. Lalu, jumlahkah semua hasil luas agar mendapatkan luas tanah secara keseluruhan.
Selain luas segitiga, kamu juga bisa membagi tanah menjadi bangun lain, seperti trapesium. Luas trapesium adalah ½ x jumlah rusuk sejajar x tinggi. Bahkan, kamu bisa mengombinasikan luas berbagai bangun ruang sesuai dengan bentuk tanah.
Cara Menghitung Luas Tanah Berbentuk Segitiga

Sama seperti rumus segitiga di atas, kamu bisa menghitung luas tanah dengan rumus ½ x alas x tinggi. Namun, berbeda jika kamu tidak mengetahui tinggi segitiga, yang artinya tanahmu berbentuk segitiga sembarang.
Untuk mengetahui luas segitiga sembarang, kamu bisa menggunakan rumus Heron atau rumus trigonometri.
Rumus Heron adalah luas=√[s(s−a)(s−b)(s−c)], dengan a, b, c adalah panjang sisi, sementara s adalah jumlah setiap panjang sisi dibagi dua.
Misalnya, sisi tanah adalah 6 meter, 8 meter, dan 10 meter. Untuk mendapatkan s, kamu bisa menjumlahkannya dan membaginya dengan dua.
s = (6+8+10) / 2
s = 12
Lalu, masukkan s serta ketiga angka sisi ke dalam rumus Heron:
Luas = √[s(s−a)(s−b)(s−c)]
Luas = √[12 x (12-6) x (12-8) x (12-10)]
Luas = √(12x6x4x2)
Luas = √576
Luas = 24 m2.
Selain rumus Heron, kamu juga bisa menggunakan rumus trigonometri, yaitu ½ x a x b x sinC. Rumus ini digunakan ketika sudut segitiga sudah diketahui.
Baca juga: Cara Hitung Kebutuhan Bata Merah Per Meter Persegi
Cara Menghitung Luas Tanah Melalui Google Maps
Ketiga cara di atas adalah metode yang bisa digunakan ketika kamu ingin menghitung luas tanah secara manual. Jika kamu sedang tidak sempat untuk meninjau lokasi, kamu bisa menghitungnya melalui Google Maps.
Alat navigasi digital ini bisa membantumu menghitung estimasi luas tanah. Caranya adalah pertama, kamu perlu mengakses Google Maps melalui peramban.
Lalu, arahkan ke lokasi tanah yang akan diukur. Setelah menemukannya, kamu bisa klik salah satu sudut tanah, lalu klik kanan untuk memilih menu Ukur jarak / Measure distance.
Kemudian, klik titik lainnya hingga mengelilingi area tanah. Pada bagian bawah Google Maps, kamu akan menemukan total luas dan total jarak yang sudah terhitung secara otomatis ketika sudut terakhir di klik.
Cara Menghitung Luas Tanah dengan AutoCAD
Salah satu perangkat lunak yang bisa membantumu untuk menghitung luas tanah adalah AutoCAD. Perangkat lunak ini kerap digunakan profesional di bidang pertanahan, arsitektur, dan konstruksi untuk menggambar bentuk tanah dengan akurat.
AutoCAD memberikan sejumlah keuntungan dalam menghitung luas tanah, seperti angka yang akurat, bisa diedit sewaktu-waktu, dan bisa menyesuaikan skala yang dibutuhkan.
Meski begitu, kamu harus memahami dasar penggunaan perangkat luas ini dan mengantongi data yang akurat dari lokasi.
Tips Menghitung Luas Tanah dengan Presisi
Agar bisa menghitung luas tanah dengan akurat, diperlukan persiapan yang matang. Oleh karena itu, catat tipsnya berikut ini agar mengukur luas tanah bisa semakin mudah:
Persiapkan alat ukur: Pastikan alat ukur dapat mencakup ukuran tanah. Beberapa alat yang bisa dibawa adalah tali pengukur, GPS, alat tulis, dan meteran.
Buat sketsa bentuk tanah: Persiapkan sketsa kasar tanah untuk menandai sejumlah titik.
Pastikan garis pengukuran lurus: Jangan sampai meteran atau tali melenceng agar tidak salah hitung.
Masukkan data ke perangkat lunak pemetaan: Manfaatkan teknologi, seperti GIS atau Google Earth Pro, untuk menghitung secara presisi.
Verifikasi hasil: Sesuaikan hasil perhitungan dengan ukuran yang tertulis di sertifikat tanah untuk memastikan keakuratan.
Baca juga: Masih Bingung HGB dan SHM? Ini Perbedaan Lengkapnya
Kolaborasikan Proyek Pembangunan Anda dengan Ahlinya di Megabuild Indonesia
Setelah mendapatkan luas tanah yang akurat, kamu bisa mulai merencanakan pembangunan hunian atau bangunan lainnya. Agar bisa mendapatkan banyak wawasan dan koneksi terkait konstruksi, kamu bisa menghadiri Megabuild Indonesia!
Beragam pelaku industri turut meramaikan pameran ini, mulai dari developer properti, arsitek, konsultan, institusi perbankan, hingga para investor.
Sebanyak 500 brand lokal dan sekitar 50.000 pengunjung profesional hadir dalam acara tersebut. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan konsultasi sekaligus memperluas relasi di dunia properti.
Selain mengikuti Megabuild Indonesia, kamu juga dapat memperdalam wawasan di sektor konstruksi serta menjalin koneksi dengan para ahli melalui pameran Keramika Indonesia.
Keramika Indonesia merupakan pameran industri keramik yang menampilkan beragam inovasi dan solusi terkini di bidang tersebut.
Melalui ajang ini, kamu dapat berinteraksi langsung dengan produsen keramik, supplier bahan baku, hingga penyedia teknologi dan peralatan, baik dari Indonesia maupun mancanegara.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi situs resmi serta akun Instagram dan LinkedIn Megabuild Indonesia.
Baca juga: Sulap Lahan Sempit Jadi Rumah Minimalis yang Nyaman
















-md.jpg)





