10 Tips & Strategi Pemilihan Lokasi Usaha Makanan agar Lari

More Food
Posted 11 hours ago7 mins read
Menentukan lokasi jualan memang tidak bisa asal. Supaya dagangan bisa laris manis, yuk pelajari strategi dan tips pemilihan lokasi usaha di artikel ini.
10 Tips & Strategi Pemilihan Lokasi Usaha Makanan agar Lari

Pernahkah Anda melihat dua bisnis dengan produk yang serupa, baik dari segi rasa, harga, maupun strategi promosi, tetapi hasil penjualannya jauh berbeda? 

Salah satu faktor yang dapat membedakan kesuksesannya bisa jadi berasal dari lokasi usaha itu sendiri. Pemilihan lokasi usaha memang sangat krusial, sebab akan menjadi penentu seberapa mudah pelanggan menemukan, mengenal, hingga akhirnya memutuskan untuk membeli produk Anda.

Terutama bagi bisnis di sektor F&B, lokasi jualan yang tepat juga dapat menjadi magnet yang alami untuk mendatangkan calon pembeli tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar. Jadi, yuk, pelajari apa saja tips dan strategi pemilihan lokasi usaha agar bisnis bisa berkembang lebih jauh. 

Mengapa Pemilihan Lokasi Usaha Dapat Berpengaruh pada Penjualan?

Berdasarkan penelitian dalam jurnal Technium Social Sciences Journal, keberhasilan bisnis franchise, khususnya di sektor makanan dan minuman, dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan, dan salah satunya adalah strategic location (lokasi strategis).

Pemilihan lokasi usaha juga bukan hanya soal ramai atau tidaknya suatu tempat. Tetapi, Anda juga perlu menelaah apakah bisnis Anda bisa berada di titik yang tepat, waktu yang pas, dan di depan target pasar yang Anda sasar.

Selain itu, jika meninjau dari perilaku konsumen di sektor bisnis F&B, keputusan pembelian memang sering kali terjadi secara spontan dan bersifat impulsif, sehingga sering kali dipengaruhi oleh visibilitas suatu bisnis di lokasi tertentu.

Pemilihan lokasi usaha juga dapat membantu Anda memastikan traffic atau arus pengunjung setiap harinya. Misalnya, area dengan human traffic tinggi seperti dekat perkantoran, kampus, atau pusat perbelanjaan, cenderung memiliki potensi pasar yang lebih stabil setiap harinya.

Faktor aksesibilitas juga tidak kalah penting. Lokasi yang mudah dijangkau, memiliki area parkir yang memadai, serta tidak menyulitkan pelanggan untuk berhenti sejenak akan memberikan pengalaman yang lebih nyaman. 

Bahkan, tak jarang konsumen cenderung memilih tempat yang lebih mudah diakses meskipun harus sedikit mengorbankan preferensi produk.

Baca juga: Cara Mendaftar NIB untuk Usaha Secara Online, Simak!

Strategi dan Tips Pemilihan Lokasi Usaha Makanan

Perlu diingat bahwa pemilihan lokasi usaha, terutama di bisnis makanan dan minuman, tidak bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan feeling atau ikut-ikutan tren. 

Adapun tips dan strategi pemilihan lokasi usaha untuk meningkatkan penjualan di antaranya sebagai berikut:

1. Pilih Lokasi yang Dekat dengan Target Market

Banyak orang berpikir lokasi terbaik adalah yang paling ramai. Padahal, yang lebih penting adalah ramai oleh siapa.

Misalnya, Anda menjual rice bowl kekinian dengan harga Rp25.000–Rp40.000. Lokasi idealnya tentu bukan di area perkampungan dengan daya beli terbatas, melainkan di sekitar kampus, perkantoran, atau area kos dan apartemen.

Kedekatan dengan konsumen (market proximity) adalah salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan lokasi usaha . Sebab, semakin dekat bisnis Anda dengan target market, semakin kecil “hambatan” bagi mereka untuk membeli.

Jadi sebelum memilih lokasi, jangan hanya sekadar survei tempat, tapi cari tahu dulu siapa yang ada di tempat tersebut, ya. 

2. Utamakan Kemudahan Akses 

Lokasi ramai tidak selalu berarti strategis, jika memang lokasinya sulit dijangkau. Dalam bisnis makanan, kemudahan akses sering kali lebih penting daripada sekadar traffic tinggi.

Sebagai contoh, perhatikan beberapa skema berikut:

  • Jalan sempit dan sulit parkir = Calon pembeli jadi malas mampir.

  • Akses masuk ribet = Calon pembeli atau delivery driver kesulitan menemukan tempat.

  • Tidak terlihat dari jalan utama = Kehilangan peluang mendapat konsumen yang impulse buying.

Bahkan dalam praktiknya, bisnis F&B tetap bisa sukses di lokasi “hidden gem” selama aksesnya mudah dijangkau, baik untuk dine-in maupun delivery.

Intinya, lokasi bagus itu bukan yang paling ramai, tapi yang paling mudah dikunjungi dan ditemukan.

3. Perhatikan Potensi Jangka Panjang

Salah satu kesalahan yang banyak dilakukan orang dalam pemilihan lokasi usaha adalah terlalu fokus pada kondisi saat ini tanpa melihat potensi ke depan.

Sebagai contoh, di kawasan baru, Anda mungkin belum bisa melihat peluangnya sekarang. Tapi, bukan berarti di masa depan peluangnya juga akan tetap sama. 

Jadi, sebagai pebisnis, Anda juga boleh mengeksplorasi tempat yang memiliki potensi berkembang, misalnya area perumahan belum terlalu padat, tapi punya prospek naik, atau lainnya. 

4. Analisis Kompetitor, Jangan Asal Menghindar

Biasanya, para pelaku usaha akan langsung menghindari lokasi yang sudah penuh dengan kompetitor untuk mengurangi persaingan. Langkah ini memang boleh dilakukan, tapi tidak selamanya keputusan ini tepat. 

Sebab, keberadaan kompetitor justru bisa menjadi indikator bahwa lokasi tersebut sudah memiliki demand yang terbentuk. 

Dalam banyak kasus, area yang dipenuhi bisnis sejenis seperti sentra kuliner atau deretan tenant F&B di satu kawasan justru lebih mudah menarik pengunjung, karena konsumen sudah memiliki mindset bahwa tempat tersebut adalah “tujuan makan”.

5. Hitung Biaya Lokasi vs Potensi Penjualan

Realitanya, lokasi usaha dengan biaya sewa mahal, belum tentu memiliki peluang cuan yang besar, lho. 

Lokasi premium memang menawarkan human traffic tinggi, tetapi juga datang dengan biaya tetap yang besar. Jika hal ini tidak diimbangi dengan penjualan yang sepadan, justru bisa menjadi beban yang menggerus profit setiap bulan.

Baca juga: 10 Cara Jualan Makanan secara Online agar Laku Keras, Catat!

6. Pilih Tempat dengan Pola Waktu Ramai

Dalam pemilihan lokasi usaha, Anda perlu memahami bahwa tidak semua keramaian memiliki nilai yang sama. Yang perlu Anda cari adalah lokasi yang ramai di waktu yang sesuai dengan jam jualan Anda. 

Misalnya, bisnis sarapan membutuhkan area yang hidup di pagi hari seperti jalur berangkat kerja atau dekat perumahan, sementara usaha kopi atau makanan ringan lebih cocok di area yang ramai sore hingga malam. 

Tanpa kesesuaian ini, potensi traffic akan lebih sulit untuk terkonversi menjadi penjualan. Karena itu, lakukan observasi di beberapa waktu berbeda, pagi, siang, dan malam, untuk memastikan pola keramaian benar-benar selaras dengan konsep bisnis Anda.

7. Tes Ombak Pasar dengan Sistem Tenant atau Booth Sementara

Daripada langsung mengambil komitmen sewa jangka panjang, strategi pemilihan lokasi usaha yang lebih aman adalah melakukan uji coba terlebih dahulu melalui pop-up booth atau tenant F&B sementara. 

Dengan cara ini, Anda bisa mengukur langsung respons pasar, mulai dari minat beli, preferensi harga, hingga jam ramai yang sebenarnya terjadi. 

Selain meminimalkan risiko kerugian, pendekatan ini juga memberi Anda data nyata untuk menentukan apakah sebuah lokasi layak dijadikan tempat usaha permanen atau tidak.

8. Pastikan Visibiltas Toko Terlihat Jelas

Lokasi strategis tidak akan maksimal jika bisnis Anda tidak terlihat dengan jelas. Sebab visibilitas memang menjadi faktor krusial, terutama untuk mendorong pembelian impulsif. 

Jadi, pastikan toko Anda dapat terlihat dari jarak tertentu, tidak terhalang bangunan lain, serta memiliki signage yang cukup mencolok dan mudah dibaca. 

9. Perhatikan Regulasi dan Izin di Area Tersebut

Dalam pemilihan lokasi usaha, aspek legal sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya bisa sangat krusial. 

Pasalnya, tidak semua lokasi bebas digunakan untuk bisnis makanan, karena ada aturan zonasi, izin lingkungan, hingga batasan jam operasional yang harus dipatuhi. 

Jika diabaikan, risiko yang muncul bukan hanya teguran, tetapi juga penutupan usaha secara tiba-tiba. 

Karena itu, sebelum memutuskan lokasi, pastikan Anda sudah mengecek perizinan yang dibutuhkan, kesesuaian fungsi bangunan, serta aturan dari pemerintah setempat maupun pengelola area, ya. 

10. Validasi Lokasi dengan Data Digital

Dalam pemilihan lokasi usaha, keputusan yang hanya berdasarkan feeling sering kali berisiko. 

Untuk itu, Anda perlu memanfaatkan data digital agar analisis lokasi menjadi lebih akurat dan terukur. Saat ini, platform seperti Google Maps, atau merchant aplikasi pesan-antar juga bisa digunakan sebagai sumber insight yang sangat relevan.

Anda dapat melihat kepadatan kompetitor, jenis produk yang banyak ditawarkan, hingga kisaran harga yang umum di area tersebut. 

Selain itu, jumlah rating dan ulasan pelanggan juga bisa menjadi indikator apakah suatu lokasi memiliki aktivitas transaksi yang tinggi atau tidak.

Keunggulan dari data digital ini adalah sifatnya yang berbasis perilaku nyata konsumen. Anda tidak hanya menebak potensi pasar, tetapi juga bisa membaca pola yang sudah terjadi. 

Selain dengan data, Anda juga bisa melakukan riset secara langsung untuk mengetahui bagaimana bisnis F&B lain beroperasi di lapangan, mulai dari cara mereka menarik perhatian pelanggan, menentukan harga, hingga mengelola antrean saat jam ramai. 

Menariknya, proses riset seperti ini juga tidak selalu harus dilakukan secara mandiri dari nol. Ada banyak kesempatan di mana berbagai brand, pelaku usaha, hingga calon pebisnis berkumpul dalam satu tempat, sehingga Anda bisa mengamati banyak konsep bisnis sekaligus dalam waktu yang lebih efisien, misalnya dengan mengunjungi pameran kuliner.

Salah satu event yang bisa Anda manfaatkan untuk tujuan tersebut adalah MoreFood Expo, sebuah pameran yang menghadirkan berbagai pelaku industri F&B dalam satu area. 

Melalui event ini, Anda tidak hanya mendapatkan inspirasi bisnis, tetapi juga insight praktis yang bisa membantu Anda menentukan langkah yang lebih matang, termasuk dalam pemilihan lokasi usaha yang tepat.

Jadi, jangan berlama-lama lagi, Yuk, segera pesan tiket ke MoreFood Expo atau hubungi tim kami untuk mendapatkan informasi selengkapnya terkait MoreFood Expo!
Baca juga: 20 Ide Jajanan Kekinian untuk Jualan, Pasti Laris!

Share this post
© 2026 PT Panorama Media. All rights reserved.