Bata merah adalah salah satu komponen penting dalam konstruksi. Bata merah sangat mudah ditemukan di toko bangunan dan hadir dengan berbagai ukuran.
Lantas, berapa ukuran bata merah dan jenis apa yang bisa digunakan pada proses pembangunan? Baca artikel ini hingga akhir untuk menemukan jawabannya!
Macam-Macam Ukuran Bata Merah

Bata merah adalah elemen konstruksi yang kuat dan kukuh sehingga kerap menjadi pilihan saat membangun hunian atau bangunan.
Ukuran bata merah juga diatur oleh Standar Nasional Indonesia (SNI), di mana panjangnya adalah sekitar 19–24 cm. Lalu, setiap jenis bata merah umumnya hadir dengan ukuran yang berbeda.
Adapun daftar ukuran bata merah yang bisa dipelajari adalah sebagai berikut:
1. Bata Merah Jumbo
Jenis bata merah yang pertama adalah bata merah jumbo. Batu bata ini dapat memberikan tampilan akhir yang rapi berkat ukurannya yang besar.
Jika kamu menyukai bangunan dengan desain bata ekspos, jenis ini sangat cocok diaplikasikan. Ukuran bata merah jumbo adalah 25 cm x 12 cm x 5,5 cm.
2. Bata Merah Press
Batu bata ini diproduksi dengan mesin press agar ukurannya akurat dan seragam. Karena di-press, hasil akhir bata ini cukup halus sehingga cocok untuk bangunan model dinding ekspos. Ukuran bata merah press standar adalah 20 cm x 10 cm x 5 cm.
3. Bata Merah Standar
Bata ini adalah jenis yang umum digunakan di sektor konstruksi. Ukurannya adalah 23 cm x 11 cm x 5 cm. Bata ini sering digunakan untuk membangun struktur bangunan, fondasi, hingga dinding.
4. Bata Merah Berlubang
Kamu mungkin sudah tidak asing dengan keberadaan bata merah berlubang. Jenis bata ini biasanya digunakan untuk ventilasi rumah. Beratnya juga ringan sehingga cocok untuk berbagai kebutuhan konstruksi.
Meski begitu, jenis bata ini tetap kukuh dan dapat diandalkan. Ukuran bata merah berlubang adalah 17,5 cm x 8 cm x 8 cm.
5. Bata Merah Medium
Jenis batu bata ini lebih hemat ruang karena lebih ringan dan kecil dibandingkan bata standar. Ukurannya sekitar 19 cm x 9 cm x 4 cm.
Baca juga: Bata Merah Vs Bata Ringan, Mana yang Lebih Baik Dijadikan Bahan Bangunan?
Cara Menghitung Kebutuhan Bata Merah per Meter Persegi
Kini kamu sudah mengetahui ukuran bata merah berdasarkan jenisnya. Tak kalah penting, kamu juga perlu memahami cara menghitung kebutuhan bata merah per meter persegi.
Alhasil, kamu bisa menyediakan batu bata dengan jumlah yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah tips menghitungnya:
1. Mengukur Dimensi Area yang Akan Dibangun
Pertama, kamu harus mengukur luas area yang akan dibangun, misalnya dinding. Luas dinding ini dapat membantumu menentukan jumlah bata yang dibutuhkan dengan akurat.
2. Mengetahui Ukuran Batu Bata Merah
Setelah mendapatkan luas area yang akan dibangun, kamu bisa memilih bata merah berdasarkan ukurannya. Misalnya, kamu memilih menggunakan bata merah standar berukuran 23 cm x 11 cm x 5 cm.
Kemudian, hitunglah luas permukaan satu bata. Angka ini juga akan membantumu menentukan jumlahnya.
3. Menentukan Jumlah Bata per Meter Persegi
Kini kamu sudah mengantongi luas area dan luas permukaan batu bata. Selanjutnya, kamu bisa menentukan jumlah bata per meter persegi dengan membagi kedua luas tersebut.
Sebagai contoh, dinding dengan luas 12 meter persegi dibagi dengan batu bata dengan luas permukaan 0,02 meter persegi. Alhasil, kamu membutuhkan 600 buah batu bata merah.
4. Mempertimbangkan Jumlah Mortar
Mortar sangat penting karena berfungsi untuk mengisi celah antarbata dan mengikatnya sehingga dapat berdiri dinding yang kukuh. Biasanya, ketebalan mortar di antara bata adalah sekitar 1 cm.
5. Menghitung Persentase Cadangan
Kiat ini dilakukan untuk memitigasi terjadinya kerusakan bata selama proses pembangunan. Kamu bisa menambahkan 5–10% dari jumlah bata per meter persegi. Misalnya, kamu bisa menambahkan 5% dari 600 bata sehingga mendapatkan 630 bata merah.
Baca juga: Jenis Bahan Mentah untuk Bangunan dan Fungsinya
Bata Merah, Batako, dan Bata Ringan: Mana yang Harus Dipilih?
Selain bata merah, kamu juga mungkin pernah mendengar soal bata ringan dan batako. Tiga bahan bangunan ini sering dibandingkan karena memiliki keuntungan dan kekurangannya masing-masing.
Batako adalah bata beton yang terbuat dari campuran pasir, semen, dan air serta mungkin kapur atau abu batu. Sementara itu, bata ringan adalah material yang terbuat dari campuran semen, kapur, pasir silika, air, dan aluminium powder.
Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan ketiganya? Salah satu perbedaan yang paling mencolok adalah bobot materialnya.
Bobot kering bata merah adalah sekitar 1.700–2.000 kg/m3. Di sisi lain, batako memiliki bobot kering antara 1.000–1.400 kg/m3 dan bata ringan memiliki bobot kering sekitar 550–650 kg/m3. Alhasil, bata ringan dapat mengurangi dead load hingga separuh dari bata merah.
Lebih lanjut, bata merah dapat menyimpan panas dengan baik, tetapi konduktivitas panasnya cukup tinggi. Di sisi lain, batako kurang bisa menyimpan panas karena memiliki rongga.
Jika berbicara soal performa isolasi termal, bata ringan bisa menjadi pilihan karena struktur rongga di dalamnya dapat menjaga suhu dan bekerja sebagai insulator alami.
Sebagai rangkuman, berikut adalah kekurangan dan kelebihan ketiga material tersebut:
Kelebihan bata merah:
Harga lebih terjangkau.
Banyak dijual di pasaran.
Cukup tahan panas.
Mudah diangkut karena ukurannya yang cukup minimalis.
Kekurangan bata merah:
Dimensinya kurang presisi sehingga membutuhkan lebih banyak plester dan membutuhkan usaha lebih untuk membuat pasangan bata yang rapi.
Menyerap panas dan dingin.
Lebih berat dibandingkan batako dan bata ringan.
Kelebihan batako:
Membutuhkan lebih sedikit batako per meter persegi dibandingkan dengan bata merah.
Dimensi cukup presisi.
Lebih mudah dipotong dan disambung dengan batako lain.
Tidak perlu direndam air sebelum digunakan.
Pemasangan lebih cepat.
Kekurangan batako:
Mudah menimbulkan retak rambut pada dinding.
Mudah pecah (khususnya untuk batako berlubang).
Performa insulasi panas dan suara kurang baik.
Kelebihan bata ringan:
Dimensi dan ukurannya seragam.
Hemat plester.
Lebih ringan dibandingkan bata merah.
Mudah diangkut.
Cukup kedap suara dan air.
Kekurangan bata ringan:
Ukurannya lebih besar dari bata merah dan batako sehingga kerap tersisa jika dipotong.
Tidak bisa menggunakan sembarang plester, biasanya dengan semen instan.
Pemasangannya harus dilakukan oleh orang dengan keahlian khusus.
Tidak cepat kering ketika terkena air.
Harganya lebih mahal dibandingkan bata merah.
Konsultasikan Keperluan Material Konstruksi di Megabuild Indonesia!
Pemilihan material turut berkontribusi pada kesuksesan pembangunan. Kesalahan jenis, ukuran, dan jumlah dapat berdampak pada struktur bangunan.
Jika kamu masih bingung soal kebutuhan konstruksi, kamu bisa menemui konsultan properti dan arsitek terbaik di Megabuild Indonesia!
Pameran ini menghadirkan berbagai pihak, seperti pengembang perumahan, arsitek, konsultan properti, perbankan, hingga investor.
Totalnya, terdapat 500 brand lokal dan 50.000 pengunjung profesional berkumpul di sini. Jadi, kamu berkesempatan untuk berkonsultasi sekaligus memperluas jaringan di industri properti.
Bukan hanya Megabuild Indonesia, kamu juga dapat menambah pengetahuan di bidang konstruksi sekaligus membangun jaringan dengan para profesional melalui pameran Keramika Indonesia.
Keramika Indonesia adalah ajang pameran industri keramik yang menghadirkan berbagai solusi di bidang tersebut. Di sini, kamu berkesempatan bertemu dengan produsen keramik, pemasok bahan baku, serta penyedia peralatan dan teknologi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pastikan kamu tidak melewatkan ajang properti ini! Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi situs resmi serta akun Instagram dan LinkedIn Megabuild Indonesia.









-md.jpg)












