10 Cara Jualan Makanan secara Online agar Laku Keras, Catat!

More Food
Posted 2 hours ago6 mins read
Penasaran bagaimana cara jualan makanan yang antimainstream dan pasti menarik pelanggan? Simak tips dan triknya di sini!
10 Cara Jualan Makanan secara Online agar Laku Keras, Catat!

menyewa restoran mahal atau memiliki toko fisik yang besar. 

Cukup dengan smartphone, koneksi internet, dan skill memasak yang mumpuni, siapa pun sudah bisa mulai jualan makanan online dari rumah.

Eits, tapi meskipun terdengar mudah, banyak calon pebisnis yang gagal karena tidak memahami strategi yang tepat untuk menarik pelanggan di dunia digital, lho. 

Agar Anda tidak menghadapi risiko kerugian yang sama, yuk, simak bagaimana cara jualan makanan secara online yang pasti menarik pembeli.

Cara Jualan Makanan secara Online

Berikut adalah beberapa cara jualan makanan secara online agar Anda bisa menoreh profit yang menguntungkan tanpa harus memiliki restoran fisik. Simak baik-baik, ya.

1. Tentukan Produk yang Punya Daya Tarik dan Value Jelas

Sebelum mempelajari cara jualan makanan dari segi teknisnya, Anda perlu memikirkan apa produk yang ingin Anda jual. Selain itu, pastikan juga produk tersebut memiliki daya tarik dan value yang dicari oleh pelanggan.

Jangan asal jualan apa yang bisa Anda masak. Fokuslah pada produk yang memang dicari oleh target pelanggan Anda. Adapun produk yang dimaksud di antaranya:

  • Makanan yang jarang ada di pasaran atau versi unik dari makanan populer.

  • Makanan yang mengutamakan value-nya, seperti makanan organik, homemade, tanpa pengawet, dan lain-lain.

  • Produk makanan dengan packaging praktis dan tahan lama untuk delivery.

2. Kenali Target Pasar dan Segmentasinya

Anda perlu tahu bahwa setiap jenis makanan mempunyai target pembeli yang berbeda. Ada yang suka makanan pedas, ada yang suka makanan cheesy, dan masih banyak lagi. Tak jarang, segmentasi kesukaan mereka dapat dibedakan berdasarkan usia. 

Sebagai contoh, jika Anda ingin menjual healthy meal box, maka target pasar Anda bukanlah siswa, melainkan pelanggan berusia 20–40 tahun yang peduli akan gaya hidup sehat.

Sedangkan, jika Anda menjual snack kekinian yang viral di media sosial, target pelanggan Anda dapat mencakup usia 15–25 tahun yang lebih aware terhadap tren. 

Mengapa mengetahui target pasar ini penting? Sebab, dengan begini Anda bisa tahu berapa harga yang harus dipatok, menu yang harus dijajakan, serta strategi promosi yang sekiranya menarik mereka.

3. Maksimalkan Marketing di Media Sosial

Riset membuktikan bahwa menurut riset, sebanyak 86% masyarakat Indonesia lebih memilih membeli sesuatu lewat media sosial karena dinilai lebih praktis. 

Jadi, Anda perlu memanfaatkan momentum ini dengan memaksimalkan penggunaan media sosial. Adapun contoh penggunaan dari masing-masing platform digital untuk menjual makanan adalah sebagai berikut: 

  • Instagram & TikTok: Cocok untuk konten visual dan promosi menu baru. Gunakan video pendek, reels, dan foto makanan yang menggugah selera.

  • WhatsApp & Telegram: Cocok untuk membuat broadcast untuk pelanggan setia, update promo dan menu baru.

  • Marketplace makanan & aplikasi delivery: Cocok untuk menargetkan pelanggan yang tidak punya waktu untuk memasak dan sering membuka aplikasi pesan-antar.

Baca juga: 12 Cara Memilih Supplier yang Tepat untuk Bisnis Kuliner

4. Foto Makanan Itu Penting!

Ingat, salah satu cara jualan makanan secara online adalah dengan memasang foto makanan yang menggugah selera. Pastikan calon pembeli bisa "mencicipi" produk Anda bahkan hanya dengan melihat fotonya saja. 

Untuk memastikan gambar makanan Anda mendukung, gunakan pencahayaan natural saat memotret. Lalu, jangan lupa untuk menampilkan close-up dan detail tekstur makanan. Sertakan juga foto packaging apabila memang daya tariknya terdapat di elemen tersebut. 

5. Bangun Branding yang Konsisten

Brand tidak berhenti pada nama dan logo saja. Branding juga sangat berkaitan dengan kualitas produk, pengalaman yang dirasakan pelanggan, gaya foto, tone komunikasi, hingga desain kemasan.

Agar bisnis F&B bisa sukses dan mudah dikenali oleh calon pelanggan, pastikan brandingnya selalu konsisten, ya. 

Sebagai contoh, jika Anda menjual dessert premium, gunakan visual yang terlihat elegan dan clean. Sebaliknya, jika Anda menjual makanan rumahan, gunakan pendekatan yang lebih hangat dan personal.

6. Berikan Promo Menarik di Awal

Promo bisa menjadi strategi efektif untuk menarik perhatian calon pelanggan, terutama jika bisnis Anda masih baru. Anda bisa menawarkan diskon pembelian pertama, promo bundling menu, atau gratis ongkir untuk area tertentu.

Strategi ini dapat membantu meningkatkan jumlah pembelian sekaligus memperkenalkan produk Anda kepada lebih banyak orang. Setelah pelanggan mencoba dan merasa puas, kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian ulang akan semakin besar.

Baca juga: Cara Mengurus Izin Edar Produk Makanan agar Lolos BPOM

7. Kumpulkan dan Tampilkan Testimoni Pelanggan

Testimoni dari pelanggan adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam cara jualan makanan secara online. Pasalnya, kebanyakan pelanggan cenderung lebih percaya pada pengalaman orang lain sebelum mereka mencoba suatu produk.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk meminta review dari pelanggan yang sudah membeli, ya. Anda bisa menampilkan testimoni tersebut di media sosial, status WhatsApp, atau highlight Instagram.

8. Manfaatkan Jam Lapar (Hunger Timing)

Salah satu cara jualan makanan yang bisa membuat bisnis Anda ludes adalah dengan memposting foto makanan di jam-jam tertentu. 

Sebagai tips membuka usaha kuliner, cobalah untuk mengunggah konten makanan atau promo pada jam-jam ketika orang biasanya merasa lapar untuk memicu impuls pembelian, seperti:

  • Pukul 10.30–11.30 (menjelang makan siang).

  • Pukul 16.30–17.30 (menjelang makan malam).

  • Pukul 21.00 ke atas (jam lapar malam atau late night cravings).

9. Buat Menu Bundling yang Terlihat “Lebih Worth It

Alih-alih hanya menjual satu produk, coba buat paket bundling, misalnya paket hemat, paket keluarga, atau paket nongkrong.

Strategi ini dinilai ampuh karena pelanggan cenderung merasa mendapatkan nilai lebih ketika membeli paket dibandingkan membeli satuan. 

Selain meningkatkan nilai transaksi, sistem bundling ini juga bisa membantu Anda menjual produk yang kurang populer untuk mengurangi sisa makanan.

Baca juga: 13 Cara dan Tips Membuka Usaha Kuliner, Pemula Wajib Catat!

10. Optimalkan Repeat Order dengan Program Pelanggan Setia

Mendapatkan pelanggan baru memang penting, tetapi mempertahankan pelanggan lama sering kali jauh lebih menguntungkan. Untuk meningkatkan retensi ini, Anda bisa membuat program sederhana seperti:

  • Beli 5 kali, gratis 1 menu.

  • Diskon khusus pelanggan langganan.

  • Akses menu rahasia khusus pelanggan tetap.

11. Ikut MoreFood dan Pamerkan Produk Makanan Anda

Jika Anda ingin memperkenalkan bisnis makanan ke pasar yang lebih luas, mengikuti pameran kuliner bisa menjadi langkah strategis. 

Nah, salah satu event yang dapat Anda pertimbangkan adalah MoreFood Expo, yang mempertemukan berbagai pelaku usaha di industri F&B dalam satu tempat.

Melalui MoreFood Expo, Anda berkesempatan untuk menampilkan produk secara langsung kepada pengunjung yang memang memiliki minat besar terhadap dunia kuliner, baik pembeli, calon pebisnis yang tertarik dalam model bisnis kemitraan, dan banyak lagi.

Tentunya mengunjungi MoreFood Expo bisa menjadi peluang emas untuk memperkenalkan menu andalan, mendapatkan feedback dari calon pelanggan, hingga meningkatkan brand awareness bisnis Anda. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera amankan tiket sebagai exhibitor di MoreFood

Namun, kalau Anda tertarik mempelajari terlebih dahulu berbagai model bisnis yang ada di pameran MoreFood Expo, Anda juga bisa membeli tiket sebagai pengunjung, kok. 

Apabila Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan konfirmasi terkait event ini, jangan ragu untuk menghubungi tim kami, ya. 

Baca juga: 12 Cara Memulai Bisnis Kuliner dari Nol untuk Pemula


Share this post
© 2026 Panorama Media. All rights reserved.