Sebagai pelaku bisnis, Anda pastinya ingin penjualan makanan terus meningkat dan bisnis semakin berkembang. Namun, pada kenyataannya, setiap usaha kuliner tetap memiliki risiko mengalami penjualan stagnan atau bahkan menurun meski produk yang dijual sebenarnya sudah sangat enak.
Pasalnya, di sektor bisnis kuliner, cita rasa saja terkadang belum cukup untuk menarik pelanggan secara konsisten.
Jadi, setiap pebisnis memang perlu mencari tahu cara meningkatkan penjualan yang efektif demi menjawab pola perubahan tren kuliner hingga persaingan antarkompetitor yang semakin ketat.
Artikel ini akan membahas cara dan strategi yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan penjualan di sektor F&B. Jadi, simak hingga tuntas, ya!
Penyebab Penjualan Makanan Stagnan dan Menurun
Dalam beberapa kasus, terdapat sejumlah faktor yang tanpa disadari membuat pelanggan mulai berkurang, repeat order menurun, hingga bisnis kalah bersaing dengan kompetitor.
Berikut beberapa penyebab penjualan makanan di bisnis F&B cenderung stagnan atau bahkan menurun:
Tidak ada diferensiasi, produk terlalu mirip dengan kompetitor.
Kualitas produk dan rasa makanan tidak konsisten. Kadang terlalu asin, porsi mengecil, topping berkurang, dst.
Kurang aktif melakukan promosi digital.
Harga tidak sesuai dengan value produk.
Lokasi usaha kurang strategis dan sulit dijangkau target konsumen.
Pelayanan lambat, respons admin terlalu lama, sering melakukan kesalahan.
Hanya fokus pada omzet harian tanpa menganalisis data bisnis secara detail.
Hanya mengandalkan satu channel penjualan.
Produk makanan belum memiliki izin edar produk resmi atau BPOM.
Cara Meningkatkan Penjualan Makanan
Nah, jika penyebab-penyebab di atas relevan dengan bisnis Anda, ini dia beberapa cara meningkatkan penjualan makanan yang efektif untuk dicoba di tahun ini:
1. Perkuat Branding Bisnis Kuliner
Branding yang kuat dapat membantu bisnis Anda lebih mudah dikenali dan diingat pelanggan.
Apalagi di industri kuliner yang sangat kompetitif, konsumen cenderung memilih brand yang memiliki identitas jelas dan sudah mereka kenali, khususnya di media sosial.
2. Maksimalkan Promosi di Media Sosial
Perkembangan teknologi yang semakin masif kini juga mengubah cara konsumen mencari dan membeli makanan.
Jika dulu pelanggan lebih sering mengetahui rekomendasi kuliner dari mulut ke mulut, sekarang banyak orang justru menemukan tempat makan lewat media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga Facebook.
Karena itu, promosi di media sosial menjadi salah satu cara meningkatkan penjualan makanan yang sangat penting untuk dilakukan oleh pelaku bisnis.
Sebab, dengan memproduksi konten yang menarik, brand akan lebih mudah menjangkau lebih banyak calon pelanggan tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar-besaran.
Baca juga: Jam Upload TikTok di 2026 untuk Bisnis Makanan Supaya FYP, Catat!
3. Gunakan Strategi Promo
Promo masih menjadi salah satu cara meningkatkan penjualan makanan yang cukup efektif, terutama untuk menarik pelanggan baru dan meningkatkan repeat order.
Namun, promo tidak boleh dilakukan secara asal, ya. Gunakanlah strategi yang tetap menjaga margin keuntungan, seperti bundling menu, promo jam tertentu, cashback minimum pembelian, atau loyalty program pelanggan.
4. Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Cara meningkatkan penjualan makanan juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana Anda melayani pembeli. Sebab, jika kepuasan pelanggan sudah tercapai, maka peluang terjadinya repeat order pun dapat meningkat.
Mulai dari respons admin, keramahan staf, kecepatan penyajian, hingga ketepatan pesanan, semuanya memengaruhi pengalaman pelanggan terhadap bisnis Anda.
5. Daftarkan Bisnis ke Platform Online Delivery
Saat ini banyak konsumen lebih memilih memesan makanan secara online karena dinilai lebih praktis. Karena itu, bergabung dengan platform food delivery juga dapat menjadi salah satu cara meningkatkan penjualan makanan yang efektif.
Selain meningkatkan visibilitas, menggunakan platform pesan-antar online juga bisa menjadi cara jualan makanan secara online yang memudahkan bisnis mendapatkan pelanggan baru dari area yang cenderung jauh dari jangkauan.
6. Evaluasi Menu yang Kurang Laku
Salah satu kenyataan pahit di bisnis kuliner adalah tidak semua menu memberikan keuntungan yang optimal.
Maka dari itu, Anda perlu melakukan evaluasi dan peninjauan terhadap data penjualan secara rutin untuk mengetahui menu mana yang paling diminati pelanggan dan mana yang justru membebani operasional.
Setelah mengetahui datanya, selanjutnya menu yang kurang laku dapat diperbaiki dari sisi rasa, tampilan, harga, atau bahkan diganti dengan inovasi baru yang lebih disukai target konsumen.
Baca juga: 20 Ide Jajanan Kekinian untuk Jualan, Pasti Laris!
7. Bangun Loyalitas Pelanggan
Mendapatkan pelanggan baru memang penting, tetapi mempertahankan pelanggan lama juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bisnis kuliner.
Nah, untuk meningkatkan customer retention, Anda bisa menggalakkan program loyalty seperti stempel pembelian, poin member, voucher repeat order, atau promo bagi member khusus yang menarik.
8. Konsisten Melakukan Evaluasi Bisnis
Selain mempelajari berbagai cara meningkatkan penjualan makanan, Anda juga perlu melakukan evaluasi secara rutin untuk mempertahankannya.
Mulai dari data omzet, performa menu, efektivitas promo, hingga feedback pelanggan, semuanya perlu dianalisis agar bisnis dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar.
9. Optimalkan Jam Operasional dan Momentum Penjualan
Banyak bisnis kuliner fokus yang gagal karena hanya bergantung pada rasa dan promosi, tetapi lupa memperhatikan waktu penjualan yang paling potensial.
Padahal, jam operasional dan momentum penjualan juga termasuk elemen yang sangat memengaruhi omzet harian bisnis makanan dan minuman, lho.
Sebagai contoh, ada bisnis yang sebenarnya memiliki produk bagus, tetapi buka terlalu siang sehingga kehilangan momentum jam sarapan.
Ada juga yang tetap beroperasi di jam sepi tanpa strategi khusus, di mana kebanyakan orang sudah dalam kondisi kenyang dan siap tidur.
Agar terhindar dari risiko ini, bisnis perlu menganalisis pola pembelian pelanggan. Perhatikan jam order paling ramai, menu apa yang paling sering dibeli di jam tertentu, hingga hari apa penjualan cenderung meningkat atau menurun.
10. Ikuti Event dan Pameran Kuliner
Terakhir, cara meningkatkan penjualan makanan dan minuman yang cukup efektif adalah dengan mengikuti event pameran kuliner.
Selain bisa menjangkau banyak konsumen potensial baru, pelaku bisnis juga berkesempatan memperluas networking, meningkatkan brand exposure, sekaligus membuka peluang kerja sama baru.
Nah, salah satu event pameran bisnis F&B yang cukup populer adalah MoreFood Expo. MoreFood Expo adalah pameran di mana Anda bisa mengeksplor berbagai peluang supplier F&B hingga peluang kerja sama bisnis kuliner dalam satu tempat.
Tentunya, dengan mengunjungi event sejenis ini, Anda juga turut mengimplementasikan cara meningkatkan penjualan makanan secara strategis.
Untuk informasi seputar pameran, Anda bisa memantau akun Instagram kami di @morefoodexpo.id atau menghubungi kami secara langsung, ya!
Baca juga: Apa Itu Tenant F&B? Definisi, Jenis, & Manfaatnya bagi Bisnis






















