Label Kemasan: Fungsi, Jenis, & Cara Membuatnya Menarik

More Food
Posted 2 hours ago6 mins read
Label kemasan adalah daftar informasi produk pada kemasan yang berisi detail penting, seperti komposisi, merek, dan tanggal kedaluwarsa. Simak di sini.
Label Kemasan: Fungsi, Jenis, & Cara Membuatnya Menarik

Dalam sektor bisnis yang menjual produk, kemasan bukanlah sebatas pelindung di luar. Apalagi dalam bisnis makanan, kemasan atau packaging bisa dikatakan sebagai faktor penting yang memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli, lho.

Kemasan yang baik bukan hanya memikat secara visual. Anda juga perlu menyematkan label kemasan. 

Label kemasan adalah informasi yang tertera pada packaging dan berisi berbagai informasi penting yang perlu diketahui konsumen, mulai dari nama produk, komposisi bahan, tanggal kedaluwarsa, hingga identitas produsen. 

Yuk, pelajari lebih jauh seputar label kemasan, fungsi, jenis-jenis, regulasi, hingga cara membuat packaging produk makanan yang menarik di artikel berikut.

Apa Itu Label Kemasan? 

Label kemasan adalah informasi tertulis atau visual yang ditempelkan pada kemasan produk untuk memberikan keterangan penting kepada konsumen. 

Dalam produk makanan, label kemasan ini biasanya memuat berbagai informasi seperti nama produk, komposisi bahan, berat bersih, tanggal kedaluwarsa, hingga identitas produsen.

Label ini biasanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari packaging produk karena membantu konsumen memahami apa yang mereka beli. 

Tanpa label yang jelas, konsumen akan kesulitan mengetahui kandungan produk, cara penyimpanan, atau bahkan keamanan produk tersebut untuk dikonsumsi.

Fungsi Label Kemasan

Secara umum, label kemasan memiliki beberapa fungsi penting, terutama dalam industri makanan dan minuman. Adapun fungsi label kemasan adalah sebagai berikut:

  • Membantu konsumen mengetahui detail penting, seperti nama produk, komposisi bahan, berat bersih, tanggal produksi, hingga masa kedaluwarsa.

  • Meningkatkan kepercayaan konsumen karena terlihat lebih profesional dan tepercaya.

  • Sebagai sarana branding, karena label biasanya memuat logo, warna brand, dan desain visual yang mudah dikenali oleh konsumen.

  • Mendukung aktivitas promosi karena desain packaging yang menarik dapat membantu produk lebih menonjol di rak penjualan.

  • Memenuhi persyaratan regulasi, sebab dalam bisnis makanan beberapa informasi pada label bersifat wajib dicantumkan sesuai dengan aturan pemerintah.

  • Meningkatkan nilai jual produk karena produk dengan label yang rapi, informatif, dan menarik biasanya terlihat lebih premium.

Baca juga: 12 Cara Memulai Bisnis Kuliner dari Nol untuk Pemula

Jenis-Jenis Label Kemasan

Label kemasan adalah elemen informasi produk yang terbagi ke dalam beberapa jenis, berdasarkan fungsi dan bahan yang digunakan. Berikut selengkapnya.

Jenis Label Kemasan Berdasarkan Fungsinya

Jika ditinjau dari fungsinya, jenis label kemasan adalah sebagai berikut: 

  • Label Branding: Menonjolkan identitas merek pada produk agar mudah dikenali oleh konsumen. 

  • Label Informasional: Berisi informasi penting seperti nilai gizi atau kandungan tertentu yang perlu diketahui konsumen. 

  • Label Peringatan: Memberikan peringatan terkait potensi risiko atau hal yang perlu diperhatikan oleh konsumen saat menggunakan produk. Contoh: “Mengandung kacang” atau “Tidak cocok untuk penderita alergi tertentu”.

  • Label Deskriptif: Menjelaskan produk, seperti komposisi bahan, berat bersih, tanggal produksi, serta tanggal kedaluwarsa.

  • Label Sertifikasi: Menunjukkan bahwa produk telah memenuhi standar tertentu dari lembaga resmi atau otoritas terkait, misalnya BPOM

  • Label Instruksional: Memandu cara menggunakan atau mengonsumsi produk dengan benar.

  • Label Promosional: Menarik perhatian konsumen dengan menampilkan penawaran khusus atau program promosi. Contoh: “Bonus isi 20% lebih banyak” atau “Buy 1 Get 1”.

  • Label Asal Usul: Menginformasikan asal produk atau bahan baku yang digunakan. Contoh: “Made in Indonesia” atau “100% Kopi Arabika Gayo”.

  • Label Layanan: Mencantumkan informasi mengenai layanan tambahan dari produsen, seperti garansi atau layanan pelanggan

  • Label Perbandingan: Membantu konsumen menilai keunggulan produk dibandingkan produk lain dalam kategori yang sama. Contoh: “Membersihkan 2x lebih kuat”.

Jenis Label Kemasan Berdasarkan Bahan Dasarnya

Jika ditinjau dari bahan dasarnya, jenis label kemasan adalah sebagai berikut: 

  • Label Kertas: Jenis label paling umum, harganya relatif murah, dan mudah dicetak. Biasa digunakan pada makanan kering, snack, atau produk UMKM.

  • Label Vinyl: Terbuat dari bahan plastik tahan air, minyak, dan gesekan. Sering digunakan pada produk makanan atau minuman yang disimpan di kulkas atau memiliki permukaan kemasan yang lembap.

  • Label BOPP (Biaxially Oriented Polypropylene): Label plastik yang dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap air, minyak, dan suhu dingin. Banyak digunakan pada kemasan makanan dan minuman modern karena tampilannya lebih rapi dan tahan lama.

  • Label Foil: Tampilannya mengkilap seperti logam. Sering digunakan untuk memberikan kesan premium, misalnya pada cokelat, kopi, atau produk makanan kelas menengah ke atas.

  • Label Transparan (Clear Label): Memberi look minimalis, cocok untuk produk minuman, saus, atau produk makanan dalam botol kaca atau plastik.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Kualitas Produk di Sektor Bisnis Kuliner

Regulasi Label Kemasan di Indonesia

Dalam bisnis F&B, label kemasan tidak boleh dibuat secara sembarangan. Di Indonesia, terdapat beberapa regulasi yang mengatur informasi apa saja yang wajib dicantumkan pada label produk agar tidak menyesatkan.

Berikut beberapa regulasi penting yang mengatur label kemasan di Indonesia.

1. Peraturan BPOM tentang Label Pangan Olahan

Salah satu regulasi utama terkait label kemasan adalah Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Beberapa informasi yang umumnya wajib dicantumkan pada label makanan antara lain:

  • Nama produk.

  • Daftar komposisi bahan.

  • Berat bersih atau isi bersih.

  • Nama dan alamat produsen.

  • Tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa.

  • Nomor izin edar (BPOM atau PIRT).

2. Undang-Undang Perlindungan Konsumen

Selain aturan dari BPOM, pelabelan produk juga berkaitan dengan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Regulasi ini menegaskan bahwa produsen wajib memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi serta jaminan produk yang dijual.

3. Peraturan Menteri Perdagangan tentang Label Produk

Pelabelan barang yang beredar di pasar juga diawasi melalui Peraturan Menteri Perdagangan No. 73 Tahun 2015 tentang kewajiban pencantuman label pada barang. 

Aturan ini mengharuskan produsen mencantumkan label dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami oleh konsumen. Regulasi ini berlaku untuk berbagai jenis barang konsumsi, termasuk produk makanan dan minuman.

4. Standar Nasional Indonesia (SNI)

Untuk beberapa kategori produk, pelabelan juga mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), yang mengatur aspek teknis seperti format label, ukuran tulisan, serta tata letak informasi pada kemasan.

5. Perkembangan Regulasi Label Gizi

Pemerintah juga terus memperbarui aturan terkait pelabelan pangan. Salah satu contohnya adalah rencana kewajiban label Nutri-Grade pada produk makanan kemasan mulai 2026, yang bertujuan membantu konsumen memahami kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk.

Baca juga: 13 Ide Bisnis F&B yang Menjanjikan di 2026, Wajib Catat!

Tips Membuat Kemasan Makanan yang Menarik  

Kemasan makanan tidak hanya berfungsi untuk melindungi produk, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Berikut sejumlah tips untuk membuat kemasan makanan jadi lebih menarik:

  • Gunakan desain yang sederhana tetapi mudah diingat.

  • Pastikan label kemasan mudah dibaca.

  • Sesuaikan kemasan dengan jenis produk.

  • Gunakan material kemasan yang berkualitas.

  • Tonjolkan identitas brand.

  • Tambahkan elemen visual yang menarik.

  • Perhatikan ukuran dan bentuk kemasan.

Itulah pembahasan mengenai label kemasan, fungsi, jenis, hingga tips membuat packaging makanan yang menarik. 

Kini, Anda tahu bahwa selain membuat makanan aman, fungsi lain dari label kemasan adalah menarik perhatian konsumen di pasaran dan meningkatkan kredibilitas bisnis.

Jika Anda ingin melihat langsung berbagai inovasi kemasan, label produk, hingga tren bisnis makanan terbaru, salah satu cara terbaik adalah dengan mengunjungi pameran F&B, yaitu MoreFood Expo

MoreFood Expo menghadirkan berbagai pelaku industri makanan dan minuman, supplier bahan baku, teknologi produksi, hingga solusi kemasan dan label produk.

Jika Anda memiliki bisnis makanan dan ingin memamerkan produk sekaligus memperkenalkan brand Anda kepada lebih banyak calon pelanggan maupun mitra bisnis, Anda bisa mendaftar sebagai exhibitor di MoreFood Expo.

Sementara itu, bagi Anda yang ingin mencari inspirasi, melakukan riset kemasan dan label produk, atau melihat bagaimana bisnis F&B lain mengembangkan brand mereka, Anda juga bisa membeli tiket sebagai pengunjung.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini dan hubungi tim kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai partisipasi di MoreFood Expo.


Baca juga: Perbedaan B2B dan B2C di Industri F&B serta Contohnya

Share this post
© 2026 Panorama Media. All rights reserved.