Perbedaan B2B dan B2C di Industri F&B serta Contohnya

More Food
Posted 2 days ago7 mins read
Perbedaan B2B dan B2C di industri makanan terletak pada target pasar, sistem distribusi, hingga strategi penjualannya. Simak di sini.
Perbedaan B2B dan B2C di Industri F&B serta Contohnya

Banyak orang mengira bisnis F&B hanya sebatas menjual makanan atau minuman langsung kepada pelanggan. Padahal, kenyataannya industri makanan dan minuman memiliki skema bisnis yang jauh lebih luas dari sekadar transaksi antara penjual dan konsumen akhir.

Di balik satu hidangan yang sampai ke tangan pelanggan, terdapat rantai bisnis panjang yang melibatkan supplier bahan baku, produsen makanan, distributor, hingga mitra bisnis lainnya. 

Artinya, pelaku usaha F&B tidak selalu harus menjual langsung ke customer. Model bisnis di industri F&B juga kerap kali dibedakan menjadi B2B dan B2C. Lantas, apa perbedaan B2B dan B2C di sektor makanan dan minuman? Yuk, cari tahu selengkapnya di artikel ini.

Pengertian B2B dan B2C dalam Industri F&B

Agar lebih memahami konsep B2B dan B2C dalam industri kuliner, simak pengertian keduanya di bawah ini.

Apa Itu B2B?

B2B (Business to Business) dalam industri F&B adalah model bisnis di mana suatu perusahaan menjual produk atau layanan kepada bisnis lain, bukan langsung kepada konsumen akhir. 

Dalam skema ini, pelanggan utama bukan individu masyarakat, melainkan pelaku usaha lain, seperti restoran, hotel, kafe, katering, supermarket, hingga distributor makanan.

Apa itu B2C?

Berbeda dengan B2B, B2C (Business to Consumer) merupakan model bisnis di mana pelaku usaha menjual produk secara langsung kepada konsumen akhir. Model ini adalah yang paling umum dikenal masyarakat.

Memilih Model Bisnis F&B yang Tepat, B2B atau B2C?

Setelah memahami pengertian B2B dan B2C dalam industri F&B, Anda mungkin bingung manakan model bisnis yang lebih menjanjikan di antara keduanya. 

Namun, jawabannya tidaklah selalu sama bagi setiap pelaku usaha, karena pilihan model bisnis ini sangat bergantung pada tujuan bisnis, kapasitas produksi, serta sumber daya yang dimiliki oleh setiap calon pebisnis.

Jika Anda ingin membangun brand yang dikenal langsung oleh konsumen, memiliki kontrol penuh terhadap pengalaman pelanggan, serta menciptakan loyalitas pasar, maka model B2C bisa menjadi pilihan yang tepat.

Namun, jika Anda memiliki kemampuan produksi stabil dan ingin fokus pada volume penjualan dalam jumlah besar, maka model B2B adalah yang paling ideal untuk dijalankan.

Simak beberapa pertimbangan berikut agar Anda bisa lebih mudah memilih model bisnis F&B antara B2B atau B2C:

  • Apakah Anda mampu memenuhi pesanan dalam jumlah besar atau lebih cocok produksi harian skala kecil?

  • Apakah Anda ingin menjangkau konsumen langsung atau bekerja sama dengan pelaku bisnis lain? 

  • Apakah ingin membangun brand publik atau menjadi supplier utama dalam industri F&B?

Baca juga: 12 Cara Memilih Supplier yang Tepat untuk Bisnis Kuliner

Perbedaan B2B dan B2C dalam Industri F&B

Faktanya, B2B dan B2C memiliki perbedaan yang cukup signifikan di industri makanan dan minuman. Adapun perbedaan B2B dan B2C di antaranya sebagai berikut: 

1. Karakteristik Target Pasar

Perbedaan B2B dan B2C yang paling mendasar terletak pada siapa pelanggan utamanya.

Pada model B2B, target pasar adalah pelaku bisnis lain seperti restoran, hotel, katering, supermarket, distributor, maupun brand F&B lainnya. Transaksi terjadi antarperusahaan untuk mendukung kebutuhan operasional bisnis.

Sementara itu, model B2C menargetkan konsumen akhir secara langsung, yaitu individu yang membeli makanan atau minuman untuk dikonsumsi pribadi.

2. Skala Transaksi dan Volume Penjualan

Bisnis B2B umumnya melibatkan transaksi dalam jumlah besar (bulk order). Pemesanan dilakukan secara rutin dengan volume tinggi karena digunakan kembali untuk operasional bisnis pelanggan.

Sebaliknya, transaksi B2C biasanya dalam jumlah kecil untuk setiap pembelian, tetapi terjadi secara berulang setiap hari dari banyak pelanggan yang berbeda.

3. Sistem Penjualan dan Distribusi

Perbedaan B2B dan B2C selanjutnya terletak pada sistem penjualan dan distribusinya. Di model B2B, proses penjualan cenderung melalui negosiasi, kontrak kerja sama, atau sistem distribusi jangka panjang. Pengiriman produk juga sering dilakukan secara terjadwal sesuai kebutuhan mitra bisnis.

Sedangkan pada B2C, sistem penjualan lebih cepat dan langsung, seperti melalui outlet fisik, layanan dine-in, take away, maupun platform pesan-antar.

4. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran B2B umumnya berfokus pada relasi bisnis, networking, reputasi kualitas produk, serta efisiensi harga dan pasokan. Pendekatan yang digunakan juga lebih bersifat profesional dan berbasis kerja sama jangka panjang.

Di sisi lain, pemasaran B2C menitikberatkan pada branding, promosi menarik, pengalaman pelanggan, serta aktivitas digital marketing untuk menarik perhatian konsumen.

5. Hubungan dengan Pelanggan

Perbedaan B2B dan B2C juga bisa ditinjau dari cara kedua model bisnis ini berinteraksi dengan pelanggan. Dalam bisnis B2B, hubungan dengan pelanggan cenderung lebih panjang dan stabil karena didasarkan pada kontrak atau kemitraan berkelanjutan.

Sementara itu, hubungan pada B2C bersifat lebih dinamis. Sebab, loyalitas pelanggan sangat dipengaruhi oleh rasa produk, pelayanan, harga, serta pengalaman konsumsi secara keseluruhan.

6. Fokus Operasional Bisnis

Bisnis B2B biasanya berfokus pada konsistensi produksi, efisiensi rantai pasok, dan kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah besar.

Sedangkan, operasional B2C lebih menekankan kualitas layanan, kecepatan penyajian, tampilan produk, serta pengalaman pelanggan di setiap transaksi.

Baca juga: 12 Cara Memulai Bisnis Kuliner dari Nol untuk Pemula

Contoh Model Bisnis B2B & B2C di Industri F&B

Setelah mengetahui sejumlah perbedaan B2B dan B2C di industri makanan, mari simak contoh penerapannya di lapangan.

Contoh Model Bisnis B2B

  • Supplier bahan baku makanan, misalnya perusahaan pemasok daging, sayur, bumbu, kopi, atau produk dairy kepada restoran, hotel, dan katering.

  • Produsen makanan atau minuman skala manufaktur, misalnya bisnis yang memproduksi makanan untuk didistribusikan kembali oleh brand lain atau retail modern.

  • Perusahaan distribusi yang menyalurkan produk makanan dan minuman dari produsen ke bisnis lain.

  • Bisnis yang menyediakan packaging, cup minuman, alat makan, hingga kebutuhan dapur komersial.

  • Dapur produksi yang melayani beberapa brand sekaligus.

Contoh Model Bisnis B2C

  • Restoran dan rumah makan.

  • Kafe dan brand minuman atau makanan.

  • Usaha kuliner rumahan (UMKM).

  • Street food atau gerai makanan cepat saji.

  • Food truck atau konsep mobile kitchen, dan masih banyak lagi.

Meninjau Cara Kerja Bisnis B2B dan B2C di Industri F&B

Setelah memahami perbedaan konsep hingga contoh bisnis B2B dan B2C di industri F&B, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah melihat secara langsung bagaimana kedua model bisnis tersebut benar-benar dijalankan.

Sebab, memahami bisnis tidak cukup hanya dari teori. Pelaku usaha juga perlu mengetahui bagaimana sistem kerja, produk yang ditawarkan, hingga cara mereka menjangkau pasar.

Nah salah satu cara terbaik untuk meninjau langsung cara kerja bisnis B2B dan B2C di industri makanan dan minuman adalah dengan mengunjungi pameran F&B seperti MoreFood Expo. 

Di MoreFood Expo, Anda bisa melihat secara nyata apa yang dijual oleh masing-masing pelaku bisnis B2B dan B2C serta bagaimana mereka menjalankan model bisnisnya.

Pada pameran MoreFood Expo, pelaku bisnis B2B biasanya hadir sebagai penyedia solusi bagi bisnis lain. Mereka tidak berfokus pada penjualan langsung ke konsumen, melainkan menawarkan produk atau layanan yang mendukung operasional usaha F&B.

Sementara itu, bisnis B2C di pameran menggunakan pendekatan yang berfokus pada tamu konsumen dengan memperkenalkan produk secara langsung sekaligus menguji respons pasar.

Intinya, dengan mengunjungi MoreFood Expo Anda bisa mempelajari cara kerja bisnis F&B dari dua sisi sekaligus, baik memahami bagaimana bisnis B2B menjual produk ke sesama pelaku usaha, maupun bagaimana bisnis B2C menarik dan melayani konsumen akhir. Insight yang sangat berharga, bukan? 

Yuk, segera pesan tiket Anda atau hubungi tim kami untuk mengajukan pertanyaan seputar event ini. Kami tunggu kehadiran Anda di MoreFood Expo, ya!

Baca juga: 13 Cara dan Tips Membuka Usaha Kuliner, Pemula Wajib Catat!


Share this post
© 2026 Panorama Media. All rights reserved.