Dalam bisnis F&B, kemasan bukan lagi sekadar wadah untuk melindungi makanan selama proses penyimpanan maupun pengiriman.
Kemasan juga menjadi salah satu elemen penting yang dapat membentuk kesan pertama terhadap sebuah produk, terutama pada makanan siap saji, takeaway, maupun online delivery.
Bahkan, tak sedikit pelanggan yang tertarik mencoba suatu menu karena kemasannya terlihat menarik, lho.
Lantas, jenis kemasan apa saja yang cocok digunakan untuk berbagai produk makanan? Yuk, simak berbagai contoh dan cara membuat desain kemasan produk makanan di bawah ini.
Mengapa Desain Kemasan Berpengaruh pada Penjualan?
Desain kemasan sering kali menjadi hal pertama yang dilihat pelanggan sebelum mereka mencicipi sebuah makanan. Dalam hitungan detik, konsumen biasanya akan menilai apakah suatu produk terlihat menarik, berkualitas, dan layak dibeli hanya dari tampilannya.
Itulah mengapa kemasan kerap disebut sebagai silent salesman, yaitu elemen yang mampu menjual produk tanpa perlu dijelaskan oleh penjual.
Bukan hanya soal estetika, kemasan juga berperan dalam membentuk persepsi terhadap nilai sebuah produk. Misalnya, makanan yang dikemas dengan rapi tentu akan dianggap lebih premium dibandingkan dengan produk serupa dengan kemasan yang kurang menarik.
Bahkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa desain kemasan memiliki pengaruh terhadap persepsi konsumen, minat beli, hingga keputusan pembelian.
Selain menarik perhatian, kemasan juga berfungsi menjaga kualitas produk hingga sampai ke tangan pelanggan, termasuk mempertahankan suhu makanan, mencegah kebocoran, hingga melindungi bentuk makanan.
Ragam Contoh Kemasan Produk Makanan
Dalam bisnis F&B, khususnya yang menjual produk makanan, ada sejumlah style kemasan yang sering digunakan berdasarkan menu makanannya. Berikut beberapa contohnya:
1. Kemasan Tube Box

Kemasan tube box umumnya berbentuk lingkaran memanjang dengan tutup rapat sehingga cocok untuk menu nasi beserta lauk dan saus.
Desainnya praktis, mudah dibawa, serta mampu menjaga makanan tetap rapi selama proses takeaway maupun delivery. Agar tampil lebih menarik, Anda juga dapat menambahkan stiker logo atau sleeve sebagai identitas brand.
2. Kemasan Ricebox

Nah, kalau desain kemasan produk makanan satu ini berbentuk kotak dengan ruang yang lebih luas sehingga cocok untuk menu dengan porsi besar, seperti ayam geprek, ayam bakar, nasi goreng, hingga rice box catering.
Selain memudahkan penataan lauk dan nasi, kemasan ini juga memberikan ruang lebih untuk menampilkan branding melalui desain cetak pada bagian luar.
3. Kemasan Ricebox Tutup Transparan

Berbeda dengan ricebox biasa, jenis desain kemasan produk makanan satu ini dilengkapi dengan tutup bening yang memungkinkan isi makanan langsung terlihat tanpa harus membuka kemasan.
Tampilan tersebut membuat makanan terlihat lebih menggugah selera sekaligus meningkatkan daya tarik visual, terutama saat dipajang di etalase atau dipromosikan melalui media sosial.
4. Kemasan Aluminium Foil

Kemasan aluminium foil menjadi pilihan tepat untuk makanan yang perlu mempertahankan suhu lebih lama, seperti nasi bakar, pasta, grilled chicken, atau aneka hidangan panggang.
Pasalnya, material sejenis ini mampu membantu menjaga makanan tetap hangat sekaligus lebih tahan terhadap minyak dan cairan. Bahkan, Anda juga bisa memanaskannya langsung di dalam microwave untuk membuat hidangan tetap hangat.
5. Kemasan Paper Bowl

Paper bowl banyak digunakan untuk makanan berkuah maupun hidangan dengan saus melimpah, seperti bakso, mi, bubur, salad, hingga poke bowl. Dengan lapisan khusus di bagian dalam, kemasan ini dapat menahan cairan sehingga tidak mudah bocor. Selain fungsional, tampilannya juga memberikan kesan modern dan lebih premium.
Baca juga: 8 Cara Memulai Usaha Kuliner dengan Modal Kecil & Ide Bisnisnya
6. Kemasan Fries Paper

Fries paper adalah desain kemasan produk makanan yang dirancang khusus untuk menyajikan camilan siap santap, seperti kentang goreng, onion ring, chicken popcorn, atau churros.
Bentuknya yang terbuka membuat makanan lebih mudah diambil sekaligus praktis dinikmati sambil berjalan.
7. Kemasan Bento

Kemasan bento adalah desain kemasan produk makanan yang memiliki beberapa sekat pemisah antara nasi, lauk, sayuran, maupun pelengkap lainnya.
Model ini cocok digunakan untuk menu makan siang, katering, hingga bekal karena tampil lebih rapi dan memudahkan penyajian.
Selain meningkatkan estetika, sekat pada kemasan juga membantu menjaga cita rasa setiap menu tetap terjaga.
Cara Membuat Desain Kemasan Produk Makanan
Jika Anda berencana membuat kemasan produk makanan, jangan hanya fokus pada tampilannya saja, ya. Namun, pastikan juga kemasan juga mampu melindungi produk yang Anda jual dan mencerminkan identitas bisnis.
Berikut beberapa langkah yang dapat Anda terapkan:
1. Kenali Karakter Produk Makanan
Langkah pertama adalah memahami karakter makanan yang akan dijual. Apakah produk berkuah, berminyak, panas, dingin, atau mudah hancur?
Dengan begitu, Anda dapat menentukan jenis kemasan yang paling sesuai agar kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima pelanggan.
2. Tentukan Target Pasar
Sesuaikan desain kemasan dengan target konsumen. Misalnya, kemasan bernuansa minimalis cocok untuk pasar premium, sedangkan desain yang lebih ceria dan berwarna dapat menarik perhatian anak muda maupun keluarga.
3. Gunakan Warna dan Visual yang Konsisten
Pilih kombinasi warna, logo, ilustrasi, dan tipografi yang selaras dengan identitas brand. Desain yang konsisten akan membuat produk lebih mudah dikenali sekaligus meningkatkan profesionalisme bisnis.
Baca juga: Berapa Biaya Daftar BPOM Makanan? Ini Rinciannya
4. Utamakan Fungsionalitasnya
Selain menarik, kemasan juga harus nyaman digunakan. Pastikan kemasan mudah dibuka, tidak mudah bocor, kuat saat dibawa, serta mampu menjaga bentuk dan suhu makanan selama proses takeaway maupun delivery.
5. Cantumkan Informasi Produk
Sertakan informasi penting, seperti nama brand, nama produk, komposisi, tanggal produksi atau kedaluwarsa (jika diperlukan), serta kontak atau akun media sosial pada label kemasan.
Informasi ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memudahkan mereka melakukan pembelian ulang.
6. Pilih Material Kemasan yang Berkualitas
Gunakan material yang aman untuk makanan (food grade) dan sesuai dengan jenis produk. Selain menjaga kualitas makanan, material yang tepat juga dapat meningkatkan persepsi pelanggan terhadap kualitas produk Anda.
7. Lakukan Uji Coba Sebelum Diproduksi Massal
Sebelum mencetak kemasan dalam jumlah besar, lakukan uji coba terlebih dahulu. Periksa kualitas cetakan, ketahanan material, ukuran kemasan, hingga tampilannya saat digunakan.
Langkah ini membantu meminimalkan kesalahan produksi sekaligus memastikan kemasan benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Nah, jika Anda ingin melihat berbagai pilihan kemasan untuk bisnis kuliner secara langsung, MoreFood Expo bisa menjadi destinasi yang tepat.
MoreFood Expo merupakan pameran industri F&B yang menghadirkan berbagai supplier, distributor, dan produsen kebutuhan bisnis makanan dan minuman dalam satu tempat.
Di sini, Anda dapat menemukan beragam jenis kemasan makanan, mulai dari paper bowl, rice box, hingga kemasan custom yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.
Tidak hanya itu, di MoreFood Expo tersedia pula berbagai supplier bahan baku, minuman, frozen food, bumbu dan saus, mesin produksi, peralatan dapur komersial, perlengkapan restoran dan kafe, hingga teknologi pendukung operasional bisnis F&B.
Jadi, baik Anda baru merintis usaha maupun ingin meningkatkan skala bisnis, MoreFood Expo menjadi tempat yang tepat untuk mendapatkan inspirasi, memperluas jaringan, sekaligus menemukan berbagai solusi yang dibutuhkan agar bisnis kuliner semakin berkembang
Untuk mengetahui jadwal pameran MoreFood Expo terdekat, Anda bisa menghubungi tim kami secara langsung. Selain itu, jangan lupa juga untuk mengikuti akun Instagram kami di @morefoodexpo.id untuk mengetahui berbagai informasi terkini seputar pameran, ya!
Baca juga: Cara Mengurus Izin Edar Produk Makanan agar Lolos BPOM

















-md.jpg)
-md.jpg)
-md.jpg)
