Inventory Control: Definisi, Fungsi, Metode, & Contohnya

More Food
Posted 3 hours ago5 mins read
Inventory control adalah proses pengelolaan dan pengawasan stok barang agar jumlah persediaan tetap optimal. Simak konsep selengkapnya di sini.
Inventory Control: Definisi, Fungsi, Metode, & Contohnya

Salah satu cara untuk menjaga bisnis tetap berjalan lancar adalah memastikan stok barang selalu terkontrol dengan baik. 

Sebab, pengelolaan persediaan yang tidak tepat bisa menyebabkan kekurangan bahan baku hingga menimbulkan pemborosan dan kerugian operasional.

Nah, salah satu cara untuk membantu mengelola dan mengawasi stok barang secara lebih efektif adalah dengan menerapkan inventory control.

Singkatnya, inventory control adalah sistem bisnis yang dapat memantau ketersediaan stok. Untuk memahami konsep selengkapnya tentang inventory control, termasuk fungsi, metode, dan contohnya, simak artikel di bawah ini!

Apa Itu Inventory Control?

Inventory control adalah proses pengelolaan dan pengawasan stok barang agar jumlah persediaan tetap sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis. 

Sistem ini membantu bisnis memastikan stok selalu tersedia dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan maupun kurang, agar aktivitas usaha tetap berjalan optimal tanpa gangguan.

Jadi, bisa dikatakan bahwa inventory control adalah sistem berfokus pada bagaimana bisnis mengatur arus keluar-masuk barang, memantau kondisi stok, hingga menentukan kapan harus melakukan restock

Fungsi & Manfaat Inventory Control

Tentunya, inventory control memiliki peran yang sangat penting guna memastikan operasional bisnis tetap stabil dan efisien. 

Bahkan, inventory control adalah sistem yang juga bisa diterapkan hampir di semua sektor bisnis, mulai dari retail, manufaktur, hingga bisnis kuliner sekalipun. Adapun fungsi utama inventory control adalah sebagai berikut: 

  • Memastikan ketersediaan stok selalu aman sesuai kebutuhan operasional.

  • Mengurangi risiko kehabisan bahan baku atau produk saat permintaan meningkat.

  • Meminimalkan pemborosan akibat barang rusak, kedaluwarsa, atau tidak terpakai.

  • Membantu bisnis mengatur jadwal restock secara lebih tepat.

  • Mengurangi risiko selisih stok akibat human error atau pencatatan manual.

  • Membantu memantau pergerakan stok secara real-time.

  • Membantu menjaga kualitas bahan baku terutama pada bisnis F&B.

  • Membantu menjaga stabilitas cash flow. 

  • Mendukung proses forecasting kebutuhan stok di masa depan.

Baca juga: 20 Ide Jajanan Kekinian untuk Jualan, Pasti Laris!

Metode Inventory Control & Contohnya

Dalam praktiknya, inventory control dapat dilakukan dengan berbagai metode sesuai kebutuhan operasional, jenis produk, hingga pola penjualan bisnis.

Beberapa metode inventory control bahkan dirancang khusus untuk jenis bisnis tertentu. Misalnya, inventory control untuk bisnis F&B yang memiliki bahan baku cepat kedaluwarsa pastinya berbeda dari bisnis retail elektronik atau bahan bangunan.

Berikut beberapa metode inventory control yang paling umum digunakan dalam bisnis:

1. FIFO (First In First Out)

FIFO dalam inventory control adalah metode di mana barang yang pertama masuk akan digunakan atau dijual terlebih dahulu. 

Metode ini menjadi salah satu sistem inventory yang paling banyak digunakan, terutama pada bisnis makanan, minuman, obat-obatan, dan produk dengan masa simpan terbatas. 

Tujuan utama FIFO adalah menjaga kualitas stok tetap baik dan mengurangi risiko barang rusak atau kedaluwarsa karena terlalu lama disimpan. Umumnya, metode FIFO cocok digunakan untuk:

  • Restoran.

  • Cafe.

  • Bakery.

  • Minimarket.

  • Bisnis frozen food.

  • Usaha bahan baku makanan.

2. LIFO (Last In First Out)

LIFO merupakan metode inventory control yang menggunakan barang terakhir masuk untuk dijual atau digunakan lebih dulu. Artinya, stok terbaru menjadi prioritas utama dalam operasional bisnis.

Metode ini umumnya digunakan pada produk nonperishable atau barang yang tidak memiliki risiko kedaluwarsa tinggi, seperti:

  • Material bangunan.

  • Elektronik.

  • Fashion tertentu.

  • Barang industri.

Dalam konteks akuntansi, LIFO sering digunakan untuk menyesuaikan biaya produksi dengan harga pasar terbaru, terutama saat terjadi inflasi harga barang. 

3. FEFO (First Expired First Out)

FEFO pada inventory control adalah metode yang memprioritaskan barang dengan tanggal kedaluwarsa tercepat untuk digunakan atau dijual terlebih dahulu.

Berbeda dengan FIFO yang fokus pada waktu barang masuk, FEFO lebih fokus pada masa berlaku produk. Metode ini sangat penting untuk bisnis yang menjual produk sensitif terhadap tanggal kedaluwarsa, seperti:

  • Produk makanan segar.

  • Minuman kemasan.

  • Obat-obatan.

  • Produk olahan susu.

  • Frozen food.

Baca juga: Cara Mendaftar NIB untuk Usaha Secara Online, Simak!

4. Analisis ABC

Metode ABC umumnya digunakan untuk mengelompokkan stok berdasarkan tingkat nilai dan kontribusinya terhadap bisnis. Dalam metode ini, barang dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu:

  • Kategori A: Barang bernilai tinggi dan paling penting.

  • Kategori B: Barang dengan nilai menengah.

  • Kategori C: Barang bernilai rendah tetapi jumlahnya banyak.

5. Just In Time (JIT)

JIT dalam konteks inventory control adalah metode yang membuat bisnis hanya membeli atau menyimpan stok sesuai kebutuhan operasional saat itu juga.

Salah satu tujuan dari metode ini adalah mengurangi biaya penyimpanan dan meminimalkan stok mengendap di gudang. Misalnya, restoran yang hanya menyimpan stok terbatas untuk menghindari bahan terbuang.

Namun, metode JIT ini membutuhkan supplier yang tepat dan sistem operasionalnya sangat rapi. Sebab, jika terjadi keterlambatan pengiriman, operasional bisnis bisa terganggu.

6. Economic Order Quantity (EOQ)

EOQ adalah metode inventory control yang digunakan untuk menentukan jumlah pembelian stok paling ideal agar biaya inventory tetap efisien. Artinya, dengan metode ini, bisnis dapat menghitung:

  • Kapan waktu terbaik untuk restock.

  • Berapa jumlah pembelian paling optimal.

  • Cara menekan biaya penyimpanan dan pemesanan barang.

EOQ biasanya digunakan oleh bisnis dengan volume stok besar dan kebutuhan bahan baku yang relatif stabil.

Pentingnya Inventory Control di Bisnis F&B

Dalam bisnis F&B, inventory control bahkan berkaitan langsung dengan kualitas makanan, efisiensi operasional, kecepatan pelayanan, hingga keuntungan bisnis secara keseluruhan, lho. 

Karena bahan baku makanan umumnya memiliki masa simpan terbatas dan perputaran stok yang cepat, kesalahan kecil dalam pengelolaan inventory dapat menimbulkan banyak kerugian, seperti food waste, pembengkakan biaya operasional, hingga menu yang tidak bisa dijual karena bahan habis.

Makanya, inventory control adalah salah satu aspek yang penting sekali untuk dipahami sebelum menjalankan bisnis kuliner. 

Sebab, semakin berkembangnya sebuah bisnis F&B, semakin kompleks pula proses pengaturan stok, purchasing, hingga kontrol bahan baku yang harus dilakukan setiap hari.

Jika Anda ingin mengembangkan bisnis F&B lebih jauh, kunjungi MoreFood Expo untuk menemukan supplier, bahan baku, mesin, kemasan, serta berbagai solusi inovatif yang dapat mendukung pertumbuhan usaha F&B Anda.

Untuk informasi seputar pameran, Anda bisa memantau akun Instagram kami di @morefoodexpo.id atau menghubungi kami secara langsung, ya! 

Baca juga: 10 Cara Jualan Makanan secara Online agar Laku Keras, Catat!


Share this post
ยฉ 2026 PT Panorama Media. All rights reserved.