Bisnis kuliner memang seolah tidak pernah padam. Setiap hari, selalu ada saja tempat makan baru yang viral, minuman kekinian yang antreannya panjang, atau jajanan sederhana yang tiba-tiba laris manis di media sosial.
Itulah sebabnya bisnis F&B atau bisnis kuliner sering disebut sebagai salah satu sektor bisnis paling menjanjikan. Permintaan pasarnya stabil, pangsa pasarnya luas, dan inovasinya juga tidak pernah menjumpai jalan buntu.
Namun, di balik potensi besar tersebut, persaingan bisnis F&B juga semakin ketat. Jika Anda tertarik membuka bisnis kuliner, yuk, simak apa saja bisnis F&B yang menjanjikan serta potensi keuntungannya di tahun ini.
Peluang Bisnis F&B di Indonesia
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024, Indonesia mencatat jumlah bisnis di sektor makanan dan minuman hingga mencapai 5,28 juta unit bisnis. Jumlah yang sangat fantastis, bukan?
Angka ini menunjukkan bahwa industri F&B memang memiliki daya tarik besar dan pasar yang luas di berbagai daerah.
Namun di balik besarnya angka tersebut, Anda juga perlu mencatat bahwa semakin banyak pemain, semakin ketat pula persaingannya. Artinya, peluang tetap terbuka, tetapi Anda tidak bisa sekadar ikut-ikutan tren tanpa strategi yang jelas.
Karena itu, memilih ide bisnis F&B yang menjanjikan memang sangatlah penting. Sebagai pebisnis, Anda perlu mempertimbangkan keunikan produk, target pasar yang spesifik, hingga potensi diferensiasi dari kompetitor.
Alih-alih hanya mengikuti tren sesaat, cobalah melihat celah pasar yang belum banyak digarap. Misalnya, menggabungkan konsep makanan tradisional dengan sentuhan modern, menghadirkan menu sehat yang disukai generasi anak muda, atau menciptakan pengalaman makan yang berbeda dari sekadar “enak”.
Ide Bisnis F&B yang Menjanjikan
Agar bisnis Anda fresh dan anti-mainstream, berikut beberapa ide bisnis F&B yang menjanjikan dan dapat dicoba:
1. Roti & Pastry
Tahukah Anda, bahwa bisnis roti dan pastry termasuk produk yang tidak pernah kehilangan pasar?
Sejumlah tren artisan bakery hingga pastry viral di media sosial membuktikan bahwa demand sektor bisnis ini cenderung stabil.
Anda bisa memulai bisnis roti dan pastry dari konsep bakery rumahan berskala kecil, sistem pre-order, atau membangun toko mungil dengan display estetik.
Estimasi modal awal: ± Rp80–100 juta.
Estimasi harga jual produk: Rp8.000–Rp35.000.
Target margin kotor: 55%–70%.
2. Snack Kering Pedas
Snack pedas selalu punya target konsumen yang loyal, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Anda bisa menjajakan produk seperti makaroni pedas, basreng, keripik seblak kering, hingga usus crispy di dalam kemasan praktis.
Modalnya pun relatif kecil dan sistem distribusinya juga tergolong fleksibel. Anda bisa menjual secara online, menitipkannya di warung, atau memanfaatkan marketplace.
Estimasi modal awal: ± Rp15–50 juta.
Estimasi harga jual produk: Rp10.000–Rp25.000.
Target margin kotor: 60%–75%.
3. Minuman Kekinian
Hingga kini, bisnis minuman kekinian masih menjadi salah satu kategori dengan perputaran cepat.
Mulai dari kopi susu, matcha latte, thai tea, brown sugar boba, hingga minuman rendah kalori, semuanya punya segmen pasar masing-masing.
Selain rasa, kekuatan brand dan visual produk juga sangat menentukan. Konsumen sering membeli bukan hanya karena haus, tetapi karena ingin mencoba tren atau sekadar update konten media sosial. Jadi, pastikan Anda memiliki inovasi menu dan desain kemasan yang unik dan berbeda, ya.
Estimasi modal awal: ± Rp40–120 juta.
Estimasi harga jual produk: Rp18.000–Rp40.000.
Target margin kotor: 60%–70%.
4. Cloud Kitchen Berkonsep Grab & Go
Cloud kitchen adalah model bisnis kuliner yang beroperasi tanpa area makan di tempat (dine-in). Artinya, dapur ini khusus melayani pesanan online melalui aplikasi.
Di sektor bisnis ini, target pasarnya jelas, yaitu pekerja kantoran, mahasiswa, dan keluarga muda yang butuh makanan praktis namun tetap berkualitas.
Anda bisa menjual menu seperti rice bowl, pasta box, ayam crispy sambal, atau sandwich premium yang mudah dikemas dan cepat disajikan.
Estimasi modal awal: Rp25–40 juta.
Estimasi harga jual produk: Rp25.000–Rp40.000.
Target margin kotor: 50–60% tergantung bahan baku.
5. Ramen & Olahan Mie
Hingga kini, tren makanan Jepang & Korea belum menunjukkan tanda-tanda redup. Ramen, udon, hingga berbagai olahan mie dari Asia ini masih punya pasar yang kuat, terutama di kalangan anak muda.
Khawatir budgetnya terlalu tinggi? Eits, bisnis ramen dan olahan mie ini tidak harus berbentuk restoran besar, lho. Anda bisa mencoba konsep ramen sederhana dengan sistem semi self-service atau bahkan model cloud kitchen sebagai awal bisnis.
Estimasi modal awal: ± Rp50–70 juta.
Estimasi harga jual produk: Rp28.000–Rp55.000 per porsi.
Target margin kotor: 50–65%.
6. Food Truck
Food truck bisa menjadi salah satu jenis bisnis F&B yang menjanjikan sebab menawarkan pengalaman makan yang baru dan berbeda. Dengan sistem food truck, Anda bisa berpindah lokasi ke berbagai area, seperti car free day, festival, kampus, atau event komunitas.
Model ini cocok untuk Anda yang ingin membangun bisnis makanan seperti burger, taco, kopi, atau rice bowl kekinian.
Estimasi modal awal: ± Rp150–300 juta (mencakup modifikasi kendaraan).
Estimasi harga jual produk: Rp25.000–Rp60.000.
Target margin kotor: 55–65%.
7. Yoghurt & Smoothie Bar

Kini, gaya hidup sehat bukan lagi sekadar tren, tapi sudah menjadi bagian dari keseharian banyak anak muda dan pekerja urban.
Mulai dari yang rutin nge-gym, diet kalori, sampai yang sekadar ingin minuman segar, semuanya bisa menjadi target pasar potensial untuk yoghurt dan smoothie bar.
Agar semakin menarik, bisnis ini bisa Anda kemas dengan konsep minimalis dan estetik agar Instagramable. Tawarkan juga varian seperti Greek yoghurt bowl, smoothie protein, cold-pressed juice, dan lainnya.
Estimasi modal awal: ± Rp50-120 juta.
Estimasi harga jual produk: Rp22.000-Rp45.000.
Target margin kotor: 60%-70%
8. Bisnis Meal Box Sehat
Gaya hidup sehat di Indonesia juga semakin meningkat, jadi tak ada salahnya untuk membuka bisnis meal box yang sehat.
Anda bisa menawarkan paket harian atau sistem langganan mingguan supaya bisa membantu arus kas lebih stabil.
Estimasi modal awal: ± Rp20–35 juta.
Estimasi harga jual produk: Rp35.000–Rp60.000.
Target margin kotor: 40–55%.
9. Resto Tematik
Resto tematik bisa menjadi bisnis F&B yang menjanjikan, sebab resto sejenis ini menjual lebih dari sekadar makanan, tetapi juga pengalaman menyantapnya.
Anda bisa membuka restoran bertema negara seperti Korea dan Jepang, atau konsep vintage, industrial, dan konsep unik lainnya yang masih jarang ditemukan.
Estimasi modal awal: ± Rp250–600 juta.
Estimasi harga jual produk: Rp30.000–Rp90.000.
Target margin kotor: 50%–60%.
10. All You Can Eat (AYCE)
Konsep all you can eat masih sangat diminati, sehingga bisa menjadi peluang bisnis F&B yang menjanjikan. Banyak konsumen mengunjungi jenis restoran seperti ini untuk acara kumpul keluarga, ulang tahun, atau bahkan reuni.
Konsep AYCE ini membuat kustomer merasa mendapatkan “value for money” karena bisa makan sepuasnya dalam batas waktu tertentu. Namun, bisnis ini memerlukan manajemen stok dan kontrol food cost yang sangat ketat. Jadi, pastikan Anda sudah menyiapkannya dengan matang, ya.
Estimasi modal awal: ± Rp400 juta–Rp1 miliar.
Estimasi harga jual produk: Rp99.000–250.000 per orang.
Target margin kotor: 45%–55%.
11. Street Food Variatif
-lg.jpg)
Street food selalu punya tempat di hati konsumen Indonesia. Namun, jika dulu identik dengan gerobak sederhana, kini konsep street food sudah naik level.
Anak muda lebih tertarik pada jajanan yang tetap terjangkau tetapi dikemas lebih modern, higienis, dan punya ciri khas rasa yang kuat. Jadi, Anda bisa mengangkat menu yang sudah familiar, namun dengan sentuhan unik.
Estimasi modal awal: ± Rp25–75 juta.
Estimasi harga jual produk: Rp15.000–Rp35.000.
Target margin kotor: 55%–65%.
12. Restoran Makanan Asia

Popularitas budaya Asia melalui drama, anime, hingga media sosial ikut mendorong tingginya demand terhadap makanan autentik maupun fusion khas Asia.
Mulai dari Korean food, Japanese food, Thai food, hingga Chinese food, semuanya punya komunitas penggemar yang loyal.
Jangan khawatir, sebab peluang bisnisnya pun besar karena Anda bisa memilih positioning yang berbeda, seperti apakah ingin restoran casual dining, semi fine dining, atau konsep cepat saji modern.
Estimasi modal awal: ± Rp200–500 juta.
Estimasi harga jual produk: Rp30.000–Rp95.000.
Target margin kotor: 50%–60%.
13. Bisnis Makanan Vegetarian
Pasar vegetarian dan plant-based di Indonesia terhitung masih berkembang, sehingga persaingannya belum sepadat bisnis ayam geprek atau kopi susu.
Anda bisa menjual menu seperti nasi campur vegetarian modern, burger plant-based, atau frozen food nabati. Jika dikemas kekinian dan tidak terkesan “terlalu niche”, potensi pasarnya pun cukup menjanjikan, lho.
Estimasi modal awal: ± Rp30–45 juta.
Estimasi harga jual produk: Rp30.000–Rp75.000.
Target margin kotor: 45–60%, tergantung pasokan bahan.
Demikian berbagai ide dan peluang bisnis F&B yang bisa Anda pertimbangkan untuk memulai atau mengembangkan usaha kuliner Anda.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, kunci sukses berbisnis bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi bagaimana Anda mampu membaca peluang, memahami kebutuhan pasar, serta memperluas wawasan dan jaringan bisnis secara strategis.
Karena itu, selain membangun bisnis dari dalam, penting juga bagi Anda untuk terus update terhadap perkembangan industri, inovasi produk, hingga model bisnis terbaru yang sedang diminati pasar.
Nah, salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menghadiri pameran industri makanan dan minuman seperti MoreFood Expo.
Di sini, Anda bisa menemukan berbagai brand ternama, peluang kemitraan, inspirasi konsep usaha, hingga tren F&B terkini dalam satu tempat. Cocok banget, nih, untuk Anda yang sedang mencari ide bisnis, ingin menambah relasi, atau menjajaki peluang usaha baru.
Jadi, jangan lewatkan kesempatannya, ya! Segera pesan tiket MoreFood Expo atau hubungi tim kami jika ada pertanyaan lebih lanjut. Kami tunggu kehadiran Anda di MoreFood Expo!




















