12 Cara Memulai Bisnis Kuliner dari Nol untuk Pemula

More Food
Posted 17 hours ago9 mins read
Anda pemula dan ingin tahu cara memulai bisnis kuliner dari nol? Simak strategi, tips, hingga rekomendasi bisnisnya di sini!
12 Cara Memulai Bisnis Kuliner dari Nol untuk Pemula

Memulai bisnis kuliner dari nol memang sering kali terasa menakutkan. Ide bisnis yang cemerlang sudah ada, tetapi Anda juga punya banyak pertanyaan yang menghantui, sepertinya modalnya cukup tidak, dan bagaimana kalau bisnis gagal karena kurangnya pengalaman. 

Banyak calon pebisnis sebenarnya punya potensi besar, namun mereka takut salah langkah, takut rugi, atau merasa belum “sempurna”. Lantas, apa yang seharusnya dipersiapkan untuk membuka bisnis kuliner? 

Artikel ini akan membahas tips dan cara memulai bisnis kuliner dari nol agar Anda memiliki arah yang jelas, bisa meminimalkan risiko kerugian, serta lebih percaya diri dalam mengambil langkah pertama. Yuk, simak panduan lengkapnya.

Tips dan Cara Memulai Bisnis Kuliner dari Nol

Untuk Anda yang ingin memulai bisnis kuliner tetapi masih ragu melangkah karena minim pengalaman, keterbatasan modal, atau takut gagal, berikut cara memulai bisnis kuliner dari nol yang bisa dipelajari.

1. Analisis Sektor Pasar yang Berpotensi 

Langkah pertama yang sering disepelekan oleh calon pebisnis adalah memahami siapa yang akan membeli produk Anda dan mengapa mereka harus membeli dari Anda.

Analisis sektor pasar bukan sekadar melihat “makanan apa yang sedang viral”, tetapi  juga memahami:

  • Informasi target market, mencakup range usia, pekerjaan, gaya hidup, daya beli, hingga kebiasaan konsumsi.

  • Kebutuhan yang belum terpenuhi dari target konsumen. 

  • Perilaku pembelian mereka. Apakah konsumen lebih suka makan di tempat, takeaway, atau pesan online?

  • Peta kompetitor, seperti siapa pesaing langsung bisnis serta kelebihan dan kekurangan mereka. 

Mengapa menganalisis sektor pasar penting? Sebab, sebelum menjual produk kuliner, Anda perlu tahu, kepada siapa Anda hendak menjualnya, barulah kemudian bisa menyesuaikan menu dengan target konsumen tersebut. 

Contohnya, jika Anda membuka usaha di dekat kampus, segmen mahasiswa biasanya sensitif harga, menyukai porsi besar, dan tempat nongkrong yang nyaman. Namun jika di area perkantoran, kecepatan pelayanan dan kemudahan pembayaran akan lebih diutamakan. 

2. Tentukan Jenis Produk Kuliner yang Ingin Dijual

Setelah memahami pasar, barulah Anda bisa menentukan jenis produk kuliner yang akan dijual. Hal ini perlu dipikirkan secara matang, sebab tak sedikit bisnis gagal karena pemiliknya memilih produk berdasarkan selera pribadi, bukan kebutuhan pasar.

Untuk itu, selalu pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Permintaan pasar: Apakah produk tersebut memang dibutuhkan?

  • Tingkat persaingan: Apakah pasarnya sudah terlalu jenuh?

  • Keunikan produk (USP): Apa yang membuat produk Anda berbeda?

  • Skalabilitas: Apakah produk mudah dikembangkan ke cabang lain nantinya?

Misalnya, jika pasar sudah penuh dengan ayam geprek biasa, Anda bisa masuk dengan konsep ayam geprek sambal khas daerah tertentu, atau ide kreatif lainnya.

Eits, tapi pastikan juga produk yang Anda pilih sesuai dengan minat dan kemampuan Anda, ya. Passion memang bukan segalanya, tetapi passion akan sangat membantu Anda bertahan ketika menghadapi tantangan di awal usaha.

3. Rancang Menu yang Ideal untuk Berbisnis

image

Saat memulai bisnis kuliner dari nol, salah satu kesalahan paling umum adalah ingin terlihat lengkap sejak hari pertama. 

Banyak pebisnis pemula membuat menu terlalu banyak karena takut pelanggan tidak punya pilihan. Padahal, semakin banyak variasi, semakin besar pula kompleksitas operasional yang harus ditangani.

Menu yang ideal justru dimulai dari fokus yang jelas. Jadi, coba tentukan satu atau dua produk utama yang benar-benar menjadi andalan Anda. 

Kemudian, jadikan produk tersebut sebagai identitas brand Anda. Dengan begini, positioning produk Anda di mata pelanggan akan jauh lebih jelas dan mudah diingat.

4. Tentukan Supplier yang Berkualitas

Dalam bisnis kuliner, kualitas produk sangat bergantung pada kualitas bahan baku. Karena itu, jangan memilih supplier hanya dari segi harganya, tetapi juga seberapa bertanggung jawab mereka dalam menjaga konsistensi, ketepatan waktu, dan standar mutu. 

Terutama bagi Anda yang sedang memulai bisnis kuliner dari nol, kesalahan memilih supplier bisa berdampak langsung pada rasa, reputasi, hingga arus kas usaha, lho. Jadi, sangat perlu berhati-hati, ya.

5. Identifikasi Kemampuan Produksi

Salah satu kesalahan umum yang dilakukan calon pengusaha saat memulai bisnis kuliner dari nol adalah terlalu fokus pada ide dan konsep, tetapi kurang memikirkan kemampuan produksi. 

Padahal, seberapa pun bagusnya produk Anda, bisnis tidak akan berjalan lancar jika dapur tidak siap menghadapi permintaan.

Lantas, apa yang dimaksud kemampuan produksi? Pada dasarnya, kemampuan produksi adalah level kesanggupan operasional bisnis Anda, yang mencakup kapasitas peralatan, jumlah tenaga kerja, hingga alur kerja di dapur. 

Sebagai contoh, Anda harus tahu secara realistis berapa porsi yang bisa diproduksi dalam 1 jam tanpa mengorbankan kualitas. Caranya, cobalah lakukan simulasi operasional. Hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan satu pesanan. 

6. Hitung Modal & Biaya Operasional Bisnis

image

 

Salah satu tahap paling krusial dalam memulai bisnis kuliner dari nol adalah mengatur keuangan. Sebab, tak jarang usaha kuliner tutup bukan karena produknya tidak enak, tetapi karena pemiliknya salah menghitung kebutuhan modal dan arus kas.

Nah, agar tidak melakukan kesalahan yang sama, pastikan Anda memisahkan antara modal awal dan biaya operasional

Modal awal biasanya mencakup:

  • Pembelian peralatan.

  • Renovasi tempat.

  • Biaya sewa awal.

  • Perizinan.

  • Stok bahan pertama. 

Sedangkan, biaya operasional bulanan dapat mencakup:

  • Gaji karyawan.

  • Biaya listrik.

  • Biaya air.

  • Biaya gas.

  • Biaya bahan baku rutin.

  • Biaya kebersihan.

  • Anggaran pemasaran.

Setelah itu, tentukan target penjualan minimum agar bisnis tidak merugi. Hitung break even point (BEP) dan proyeksi omzet harian yang harus dicapai. Dengan angka yang jelas, Anda akan lebih disiplin dalam mengevaluasi performa bisnis setiap bulan.

7. Tentukan Lokasi Penjualan 

Sebelum menjalankan bisnis kuliner, Anda harus mempertimbangkan kecocokan antara lokasi, target pasar, konsep usaha, dan kemampuan modal. Keempat faktor ini harus relevan satu sama lain agar usaha kuliner bisa benar-benar memberi hasil.

Sebagai contoh, jika menyasar mahasiswa, lokasi bisnis di dekat kampus atau kos-kosan akan jauh lebih strategis dibanding area premium. 

Namun, jika targetnya keluarga, area perumahan atau pusat perbelanjaan akan menjadi pilihan yang lebih tepat. Intinya, lokasi harus selaras dengan perilaku dan kebiasaan calon pelanggan Anda.

Lalu, jangan lupa juga untuk menghitung rasio antara biaya sewa dan potensi penjualan, ya. Jangan sampai biaya sewa terlalu besar sehingga menggerus margin keuntungan. 

8. Rancang Ide Pemasaran yang Sesuai

image

Di era serba digital seperti sekarang, menjual produk enak saja tidaklah cukup. Mengingat dunia bisnis kuliner yang kian kompetitif, strategi pemasaran Anda juga akan menentukan seberapa cepat bisnis Anda dikenal. 

Agar tidak salah langkah, simak dan terapkan beberapa tips di bawah ini:

  • Tentukan positioning brand. Apakah bisnis Anda ingin dikenal sebagai makanan murah meriah, premium, sehat, atau kekinian? 

  • Manfaatkan media sosial. Buat konten yang menarik tapi relevan, seperti menampilkan behind the scene, testimoni pelanggan, atau brand storytelling

  • Pertimbangkan strategi offline. Misalnya seperti diskon bundling, atau kerja sama dengan komunitas sekitar. 

  • Perkuat ulasan pelanggan. Dorong pembeli untuk memberikan review di Google atau platform delivery

9. Rekrut Karyawan Sesuai Standar

Sumber daya manusia adalah wajah dari bisnis kuliner Anda. Bahkan, jika Anda memiliki resep terbaik sekalipun, pelayanan yang buruk bisa membuat pelanggan enggan kembali, lho. 

Karena itu, saat memulai bisnis dari nol, proses rekrutmen tidak boleh dilakukan asal-asalan. 

Caranya, tentukan terlebih dahulu standar yang Anda butuhkan. 

  • Apakah Anda memerlukan karyawan berpengalaman atau bersedia melatih dari awal? 

  • Apakah posisi tersebut membutuhkan kecepatan kerja tinggi, kemampuan komunikasi yang baik, atau kedisiplinan dalam mengikuti SOP?

Selain keterampilan teknis, perhatikan juga sikap dan etos kerja karyawan. Sebab, dalam bisnis kuliner, attitude sering kali lebih penting daripada skill, karena keterampilan bisa dilatih, tetapi karakter lebih sulit dibentuk.

10. Pastikan Standar Operasional Terpenuhi

Sebagai pebisnis, Anda perlu tahu satu fakta pahit, yaitu tanpa standar operasional yang jelas, bisnis akan sulit berkembang.

Standar Operasional Prosedur (SOP) berfungsi sebagai panduan kerja agar seluruh aktivitas berjalan konsisten. 

SOP ini dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari proses persiapan bahan, teknik memasak, penyajian, pelayanan pelanggan, hingga kebersihan area kerja. Semakin detail dan terukur SOP yang Anda buat, semakin kecil risiko kesalahan operasional.

Misalnya, tentukan standar waktu penyajian maksimal untuk setiap menu. Jika satu menu idealnya selesai dalam 7 menit, maka seluruh tim harus memahami alur kerja untuk mencapai waktu tersebut tanpa mengorbankan kualitas.

11. Adakan Grand Opening Bisnis

image

Saat memulai bisnis kuliner dari nol, Anda hanya punya satu kesempatan untuk menciptakan kesan pertama, dan kesan pertama itu sering kali terjadi di momen grand opening.

Grand opening bukan sekadar “hari pertama buka”, tetapi hari ini adalah hari penting di mana Anda bisa memperkenalkan brand secara serius ke pasar, menarik traffic awal, sekaligus menguji kesiapan operasional dalam skala nyata.

Agar acaranya berjalan sukses, mulailah dengan membangun rasa penasaran sebelum hari H. Misalnya dengan cara membuat teaser di media sosial, tampilkan proses persiapan, perkenalkan menu andalan, dan buat countdown pembukaan. 

Saat hari pembukaan tiba, tawarkan promo yang terukur dan strategis. Jangan hanya serta-merta memberi diskon, ya, tetapi pastikan juga diskon tersebut tidak merusak positioning brand. 

Salah satu strateginya adalah dengan memberikan bonus menu, voucher kunjungan berikutnya, atau paket bundling khusus grand opening.

12. Evaluasi Performa Bisnis Kuliner Secara Rutin

Saat memulai bisnis kuliner dari nol, evaluasi bukan pilihan, melainkan kewajiban. Setiap angka dalam bisnis menyimpan cerita. 

Omzet harian menunjukkan daya tarik produk. Margin keuntungan mencerminkan efisiensi biaya. Lalu, menu terlaris memberi gambaran preferensi pelanggan. 

Nah, sayangnya, jika Anda tidak rutin membaca data ini, maka bisnis Anda layaknya berjalan tanpa kompas atau arah yang jelas.

Untuk itu, bangun kebiasaan untuk mengevaluasi secara berkala. Anda bisa melakukan evaluasi melalui sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apakah target penjualan tercapai?

  • Apakah ada pemborosan bahan baku?

  • Apakah promo yang dijalankan efektif?

Selain angka, Dengarkan juga suara pelanggan. Ulasan di Google, komentar di media sosial, atau keluhan langsung di kasir adalah sumber insight yang berharga. 

Sebab, bagi pelaku bisnis, kritik bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk memperbaiki layanan dan meningkatkan kualitas.

Namun, bagi pebisnis, ada hal lain yang tak kalah penting. Jangan hanya belajar dari data bisnis Anda sendiri. 

Perkembangan industri kuliner bergerak cepat. Tren menu berubah, preferensi konsumen bergeser, dan strategi pemasaran terus berkembang. Jika Anda ingin bisnis naik level, Anda juga perlu memperluas wawasan dan jaringan.

Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan insight terbaru sekaligus membuka peluang kolaborasi adalah dengan menghadiri pameran industri F&B seperti MoreFood Expo.

Di MoreFood Expo, Anda bisa melihat inovasi produk terbaru, mempelajari tren pasar, hingga menemukan peluang kemitraan yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya. 

Bagi Anda yang sedang memulai bisnis kuliner dari nol, ini adalah kesempatan emas untuk belajar langsung dari para pelaku industri dan brand yang sudah lebih dulu berkembang.

Jadi, jangan hanya mengevaluasi bisnis di belakang meja, ya. Ini saatnya ambil langkah nyata untuk berkembang.


Segera pesan tiket Anda dan kunjungi MoreFood Expo untuk membuka lebih banyak peluang, memperluas jaringan, dan mempercepat pertumbuhan bisnis kuliner Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar acara, jangan ragu hubungi tim kami, ya.

Share this post
© 2026 Panorama Media. All rights reserved.